PALU, CS – Pengurus Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) Provinsi Sulawesi Tengah resmi dilantik di Palu, Senin (26/1/2026).

Pelantikan ini menjadi momentum strategis memperkuat persatuan Melayu sekaligus membuka jejaring internasional bagi Sulawesi Tengah.

Ketua DMDI Sulawesi Tengah yang juga Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menegaskan kehadiran DMDI menjadi pintu bagi Sulawesi Tengah untuk mendunia.

Menurutnya, DMDI mampu mempererat persatuan sesama anak Melayu di Nusantara dan dunia Islam.

“Melalui DMDI, Sulawesi Tengah bisa mendunia. Ini bagian dari visi Sulteng Nambaso. Hubungan-hubungan yang sebelumnya belum terlalu dekat, kini bisa semakin erat dan berujung pada kerja sama yang saling menguatkan,” ujar Anwar.

Anwar Hafid juga menyoroti besarnya potensi sumber daya alam Sulawesi Tengah. Ia menyebut, pada tahun 2025 nilai investasi yang masuk ke Sulawesi Tengah mencapai sekitar Rp100 triliun.

Selain itu, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah mulai mengembangkan penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebagai alternatif sumber energi, khususnya di perkantoran pemerintah. “Pemanfaatan tenaga surya di kantor-kantor pemerintah provinsi diyakini dapat menghemat hingga 40 persen penggunaan listrik (dari PLN),” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Umum DMDI Indonesia, Datuk Haji Said Aldi Alidrus, menyebut pelantikan DMDI Sulawesi Tengah sebagai pelantikan yang istimewa karena dilakukan langsung oleh Presiden DMDI.

“Ini adalah pintu ke 27 negara anggota DMDI. Pengurus yang dilantik hari ini harus memberi manfaat nyata bagi masyarakat Sulawesi Tengah,” tegasnya.

Datuk Said Aldi Alidrus mengingatkan para pengurus DMDI agar memahami tugas pokok dan fungsi serta peka terhadap kebutuhan masyarakat.

“DMDI adalah pintu silaturahmi ke mana pun kita berada. Jangan hanya hadir dalam pelantikan, tapi bantu ketua DMDI membangun Sulawesi Tengah hari ini dan masa depan,” pesannya.

Ia mengungkapkan, dalam dua bulan terakhir DMDI fokus membantu korban banjir di Sumatera dengan total bantuan mencapai Rp7,5 miliar, serta sebelumnya turut menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk warga Gaza Utara.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid juga menerima Anugerah Tun Perak, sebagai bentuk penghargaan atas komitmennya mengajak masyarakat dan jajaran pemerintah melaksanakan shalat berjamaah di masjid.

Presiden DMDI, Tuan Yang Terutama (TYT) Tun Seri Setia Dr. H. Muhammad Ali Rustam, turut menyampaikan apresiasi atas pembangunan Sulawesi Tengah pascagempa bumi, tsunami, dan likuefaksi tahun 2018.

Ia mengaku pernah menyalurkan bantuan melalui Yayasan Al-Kautsar dan mengunjungi langsung lokasi terdampak  gempabumi da likuefaksi di Kelurahan Balaroa dan Petobo.

“Saya kagum dengan masyarakat Sulawesi Tengah yang terus bangkit dan berdaya saing. Ini menjadi semangat untuk memperkokoh DMDI,” ungkapnya.

Menurutnya, DMDI berpegang pada QS. Ash-Shaff ayat 4, yang menekankan pentingnya persatuan dan kebersamaan sebagai kunci kemajuan.

Ia juga menyoroti tantangan umat Islam yang belum menjadi pencipta teknologi.

“Negeri kita kaya, universitas banyak, profesor ramai. Tapi apakah kita mencipta perkara baru? Indonesia punya nikel dan litium… kita harus membuat Indonesia great again, Melayu great again,” tegasnya.

Diketahui, umat Islam saat ini berjumlah sekitar 2 miliar jiwa dari 6 miliar penduduk dunia, sebuah potensi besar yang menurutnya harus diiringi dengan kemandirian ilmu pengetahuan dan teknologi.

Penulis: Indar Ismail