DONGGALA, CS – Gereja Protestan Indonesia Donggala (GPID) menyelenggarakan Konven Pendeta se-GPID selama dua hari, Senin hingga Selasa (7–8/4/2025), yang bertempat di Jemaat Betel Sipure, Desa Sibayu, Kecamatan Balaesang, Kabupaten Donggala.

Kegiatan ini diikuti oleh 110 peserta dan dibuka secara resmi melalui ibadah yang dipimpin oleh Sekretaris Umum Sinode GPID, Pdt. Gusti Bagus Anderonikus, M.Th.

Konven tahunan ini menjadi ruang perjumpaan antar pendeta untuk memperkuat jejaring pelayanan, memperdalam wawasan teologis, dan memperkaya soft skill dalam berbagai bidang kehidupan.

Ketua Sinode GPID, Pdt. Dr. Alexander Z. Rondonuwu, M.Teol, dalam sambutannya menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program rutin Sinode GPID yang dilaksanakan setiap tahun sebagai bentuk dukungan terhadap tugas panggilan dan pengutusan para pendeta.

“Konven ini menjadi wadah untuk berbagi pengalaman, membahas tantangan pelayanan, serta mencari solusi bersama yang dapat diterapkan di jemaat masing-masing. Ini juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan dan menyegarkan kembali semangat pelayanan,” ujar Pdt. Alexander.

Ketua Sinode GPID, Pdt. Dr. Alexander Z. Rondonuwu, M.Teol. (Foto: Istimewa). 

Selain diskusi teologis dan refleksi pelayanan, konven ini juga menghadirkan berbagai materi dari bidang lain seperti pertanian, ekonomi, budaya, dan aspek kehidupan lainnya yang bersentuhan langsung dengan realitas jemaat.

“Para pemateri yang kami hadirkan berasal dari berbagai latar belakang keahlian. Tujuannya adalah untuk menambah wawasan para pendeta agar pelayanan mereka tidak hanya relevan secara teologis, tetapi juga kontekstual dan berdampak bagi kehidupan jemaat,” tambahnya.

Lebih lanjut, Pdt. Alexander menegaskan bahwa konven ini merupakan bagian dari upaya GPID untuk terus menjadi gereja yang bersinar dan menjadi berkat bagi sesama. “Gereja harus hadir dan berdampak, bukan hanya di mimbar, tetapi juga dalam kehidupan sosial, budaya, dan ekonomi masyarakat,” tuturnya.

Konven Pendeta GPID ini menjadi salah satu manifestasi nyata bagaimana gereja menyiapkan pelayan-pelayannya untuk lebih adaptif dan responsif terhadap dinamika zaman serta kebutuhan jemaat masa kini.

Reporter : Tary