PALU, CS – Dugaan penyalahgunaan aset organisasi di tubuh Kamar Dagang dan Industri Indonesia Provinsi Sulawesi Tengah (KADIN Sulteng) menjadi sorotan menjelang pelaksanaan Musyawarah Provinsi (Musprov).
Isu tersebut mencuat terkait satu unit mobil operasional jenis Toyota Calya yang disebut merupakan pemberian Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia, Arsjad Rasjid, pada tahun 2021. Kendaraan itu dikabarkan diserahkan secara simbolis di salah satu kafe di wilayah Sulteng sebagai bentuk dukungan terhadap operasional organisasi.
Namun, berdasarkan informasi yang dihimpun, mobil tersebut diduga tidak pernah berada dalam pengelolaan sekretariat KADIN Sulteng. Kendaraan itu justru disebut tidak digunakan sebagaimana peruntukan operasional organisasi, dan dikabarkan berada di luar penguasaan resmi lembaga.
Salah satu pengurus KADIN Sulteng yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan menyebut kendaraan tersebut tidak pernah terlihat di sekretariat.
“Mobil itu tidak pernah ada di sekretariat. Yang kami tahu, tidak digunakan untuk operasional organisasi,” ujar sumber tersebut.
Di sisi lain, Ketua KADIN Sulawesi Tengah, Nur Rahmatu, membantah adanya dugaan penyalahgunaan aset organisasi tersebut. Ia menegaskan informasi yang beredar tidak benar.
“Tidak ada itu. Tidak benar,” kata Nur Rahmatu saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Minggu (17/5/2026).
Ia juga mempertanyakan informasi terkait adanya mobil operasional yang dimaksud.
“Siapa yang bilang ada mobil? Tidak pernah ada penyerahan ke KADIN. Di mana? Dari siapa?” ujarnya.
Menurut Nur Rahmatu, isu tersebut muncul menjelang pelaksanaan Musyawarah Provinsi (Musprov) KADIN Sulawesi Tengah dan dinilainya sebagai bagian dari dinamika internal organisasi.
“Saat ini macam-macam orang bilang. Ada yang bilang pakai uang organisasi dan macam-macam,” katanya.
Meski demikian, ia menegaskan tidak ingin terlalu fokus pada isu yang berkembang di luar agenda organisasi. Saat ini, pihaknya lebih memprioritaskan konsolidasi internal dan persiapan Musprov.
“Saya lebih cenderung kalau ditanya bagaimana persiapan Musprov, bagaimana kehadiran kepesertaan, bagaimana konsolidasi kabupaten/kota. Karena itu bagian dari kerja-kerja organisasi,” tuturnya.
Ia menambahkan bahwa munculnya berbagai isu menjelang kontestasi organisasi merupakan hal yang kerap terjadi. Menurutnya, sorotan publik justru menunjukkan bahwa KADIN tetap menjadi perhatian.
“Dengan adanya cerita, semakin orang kenal bahwa KADIN itu ada. Ini adalah bagian dari kampanye buat KADIN,” ucapnya.
Nur Rahmatu menegaskan bahwa isu yang berkembang saat ini tidak memengaruhi kesiapan organisasi dalam menghadapi Musprov KADIN Sulteng.
“Setingan ini membuktikan bahwa KADIN Sulteng ada,” tegasnya.
Reporter: Anum

