PALU, CS – Video yang memperlihatkan puluhan warga mendatangi sebuah warung milik warga nonmuslim di Kelurahan Tondo, Kota Palu, viral di media sosial, Minggu (2/8/2026).
Peristiwa itu memicu perdebatan di kalangan warganet, dengan mayoritas komentar menyoroti pentingnya menjaga toleransi antarumat beragama.
Video yang diunggah akun Facebook PakLurah Kocak memperlihatkan sejumlah warga berdialog dengan pemilik warung yang diketahui menjual menu makanan nonhalal. Warung tersebut berada di Jalan Roviga, Kompleks BTN, Kelurahan Tondo.
Dalam rekaman itu juga tampak Lurah Tondo, Mursidin, berada di lokasi saat dialog berlangsung. Namun, isi pembicaraan maupun hasil pertemuan tersebut tidak dijelaskan secara utuh dalam video yang beredar.
Unggahan tersebut kemudian memancing puluhan komentar dari pengguna media sosial.
Berdasarkan pantauan pada kolom komentar, sebagian besar warganet menilai penjualan makanan nonhalal seharusnya tetap dihormati selama informasi kepada konsumen disampaikan secara terbuka.
Salah satu akun, Pepy Yalinusi Labe, menuliskan bahwa masyarakat yang beragama Islam cukup tidak membeli makanan tersebut tanpa harus melarang pihak lain berjualan.
Pendapat serupa juga disampaikan sejumlah akun lain yang menilai keberadaan label nonhalal sudah menjadi informasi yang jelas bagi konsumen.
Komentar lain juga menyoroti pentingnya menjaga toleransi di tengah masyarakat yang majemuk. Sejumlah warganet berpendapat setiap warga negara memiliki hak untuk mencari nafkah selama tidak melanggar ketentuan hukum yang berlaku.
Di sisi lain, terdapat pula komentar yang mendukung penutupan warung tersebut. Namun, berdasarkan pantauan terhadap unggahan itu, jumlah komentar yang mendukung tindakan tersebut jauh lebih sedikit dibandingkan komentar yang meminta penyelesaian secara bijaksana dan mengedepankan sikap saling menghormati.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Kota Palu, aparat kepolisian, maupun pihak Kelurahan Tondo terkait kronologi lengkap maupun tindak lanjut atas peristiwa yang terekam dalam video tersebut.
Redaksi masih berupaya memperoleh konfirmasi dari seluruh pihak terkait guna memastikan duduk perkara secara utuh. Berita ini akan diperbarui setelah keterangan resmi diperoleh. *


