PALU, CS – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang Sulawesi Tengah pada Selasa (16/6/2026) menelan korban jiwa. Seorang warga Kabupaten Sigi dilaporkan meninggal dunia, sementara puluhan lainnya mengalami luka-luka akibat bencana tersebut.

Data sementara yang dihimpun hingga Selasa sore mencatat satu korban meninggal dunia, 25 orang mengalami luka ringan, dan 13 warga lainnya mengalami luka berat. Seluruh korban tersebar di sejumlah wilayah terdampak, dengan Kabupaten Sigi menjadi daerah yang mengalami dampak cukup signifikan.

Di tengah proses pendataan korban dan kerusakan, Wakil Gubernur Sulteng, dr. Reny Lamadjido, turun langsung meninjau lokasi terdampak gempa di Kabupaten Sigi maupun sejumlah fasilitas kesehatan di Kota Palu.

Kunjungan dilakukan untuk memastikan penanganan korban berjalan optimal serta pelayanan kesehatan tetap beroperasi normal pascagempa. Beberapa fasilitas kesehatan yang didatangi antara lain RS Undata Palu, RS Madani, RS Anutapura, RS Torabelo, dan sejumlah puskesmas.

“Begitu gempa terjadi, kami langsung bergerak untuk memastikan kondisi masyarakat, fasilitas kesehatan, dan kebutuhan dasar warga terdampak dapat tertangani dengan cepat. Keselamatan dan pelayanan kepada masyarakat menjadi prioritas utama kami,” kata Reny.

Selain memantau layanan kesehatan, Reny juga mendatangi kawasan permukiman warga di Kecamatan Nokilalaki, Kabupaten Sigi. Di wilayah tersebut, sejumlah rumah dilaporkan mengalami kerusakan pada bagian dinding, atap, hingga struktur bangunan akibat kuatnya guncangan.

Wakil gubernur berdialog dengan warga untuk mengetahui kondisi terkini sekaligus mendengar kebutuhan mendesak yang diperlukan selama masa tanggap darurat.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah saat ini terus melakukan penanganan darurat bersama BPBD, pemerintah kabupaten dan kota, aparat keamanan, serta berbagai unsur terkait lainnya. Sejumlah alat berat telah diterjunkan ke lapangan guna membantu penanganan dampak bencana dan membuka akses yang terdampak.

Selain itu, pemerintah mulai menyiapkan tenda darurat, mendistribusikan bantuan logistik, dan mengoperasikan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak.

Di sektor kesehatan, tenaga medis disiagakan di berbagai titik guna memberikan pelayanan kepada korban serta mengantisipasi gangguan kesehatan yang berpotensi muncul setelah bencana.

“Kami ingin memastikan masyarakat tetap mendapatkan pelayanan kesehatan yang optimal dan seluruh kebutuhan dasar warga terdampak dapat segera terpenuhi. Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah akan terus hadir di lapangan untuk mempercepat penanganan dan pemulihan pascabencana,” ujar Reny.

Hingga Selasa petang, proses pendataan korban maupun kerusakan masih berlangsung. Pemerintah mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan serta mengikuti informasi resmi dari instansi berwenang. *