PALU, CS – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Pemprov Sulteng) terus merealisasikan program Berani Cerdas sebagai salah satu program prioritas di bidang pendidikan periode 2025-2029.
Program yang digagas Gubernur Sulteng, Anwar Hafid bersama Wakil Gubernur, Reny A. Lamadjido tersebut ditujukan untuk membantu masyarakat memperoleh akses pendidikan, mulai dari jenjang SMA, SMK dan SLB hingga perguruan tinggi.
Pada tahap awal pelaksanaannya, Program Berani Cerdas telah menjangkau 23.569 mahasiswa dengan total anggaran lebih dari Rp84 miliar pada 2025.
Jumlah penerima manfaat diperkirakan terus bertambah seiring proses pendataan, pendaftaran dan perluasan kuota pada 2026.
Program tersebut juga diperluas untuk mahasiswa jenjang Strata 2 (S2), Strata 3 (S3), dokter spesialis, serta bantuan penyelesaian studi.
Untuk penerima di perguruan tinggi, salah satu jumlah terbesar berasal dari Universitas Tadulako (Untad), yakni 10.768 mahasiswa berdasarkan hasil validasi yang diserahkan pihak kampus kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sulawesi Tengah pada Januari 2026.
Sementara di UIN Datokarama Palu tercatat sebanyak 2.173 mahasiswa yang masuk dalam daftar tunggu pencairan.
Adapun data penerima pada sejumlah perguruan tinggi lainnya, baik perguruan tinggi swasta di Sulawesi Tengah maupun mahasiswa Sulteng yang menempuh pendidikan di luar daerah, masih dalam proses validasi dan rekapitulasi.
Selain mahasiswa, Pemprov Sulteng juga menyediakan dukungan pendidikan melalui Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) bagi siswa SMA, SMK dan SLB.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulawesi Tengah, Firmanza DP, mengatakan BOSDA diberikan kepada seluruh sekolah SMA, SMK dan SLB, baik negeri maupun swasta.
“Kalau BOSDA itu untuk seluruh sekolah negeri dan swasta di Sulteng, ada sekitar 453 sekolah. Tidak ada pakai desil,” kata Firmanza.
Sementara untuk bantuan pendidikan bagi masyarakat kurang mampu, Program Berani Cerdas menyasar kelompok masyarakat berdasarkan kategori desil 1 hingga desil 4.
Sejumlah orang tua penerima manfaat mengaku terbantu dengan adanya program tersebut karena biaya pendidikan anak mereka dapat ditanggung pemerintah daerah.
Jemmy, salah seorang orang tua siswa asal Kabupaten Banggai, mengatakan program tersebut membantu keluarga yang memiliki keterbatasan ekonomi untuk memastikan anak-anak mereka tetap melanjutkan pendidikan.
“Orang tua tidak perlu lagi berpikir biaya sekolah dan kuliah bagi anak-anaknya, khusus yang ekonominya masuk kategori desil 1, 2, 3 dan 4,” ujar Jemmy saat dihubungi, Kamis (3/9/2026).
Menurut dia, bantuan pendidikan tersebut harus diikuti dengan pengawasan dari orang tua agar anak-anak dapat memanfaatkan kesempatan belajar dengan baik.
“Tinggal anak-anak kita dipantau, diawasi agar benar-benar fokus belajar, sehingga tidak ada lagi putra-putri daerah ini putus sekolah hanya karena biaya pendidikannya terbatas,” katanya.
Ia juga menilai program pendidikan perlu berjalan beriringan dengan peningkatan layanan kesehatan masyarakat melalui Program Berani Sehat.
Sementara itu, Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid mengatakan pembangunan sumber daya manusia menjadi salah satu fokus pemerintahannya.
Menurut Anwar, pembangunan daerah tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga pada peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui akses pendidikan.
“Biarlah saya tidak populer dalam pembangunan, tapi yang pasti saya ingin membangun sumber daya manusia, anak-anak Sulteng dengan memberikan biaya pendidikan mulai dari tingkat SMA, SMK, SLB kategori desil 1, 2, 3 dan 4, dan untuk perguruan tinggi mulai dari S1, S2 dan S3,” kata Anwar.
Ia mengatakan program tersebut juga mencakup sejumlah kebutuhan pendidikan siswa SMK, termasuk biaya praktik kerja industri (prakerin) dan uji kompetensi (ukom), serta dukungan pendidikan bagi mahasiswa yang mengambil bidang studi yang dibutuhkan daerah, termasuk dokter spesialis.
Anwar menegaskan pelaksanaan Program Berani Cerdas dan program prioritas lainnya mendapat dukungan dari DPRD Sulawesi Tengah melalui penganggaran dalam APBD.
“Kesuksesan pelaksanaan program 9 Berani, dua di antaranya sangat mendesak dan harus segera direalisasikan sejak awal pemerintahan kami, adalah Berani Cerdas dan Berani Sehat. Itu karena didukung oleh teman-teman di DPRD Sulteng,” ujarnya.
Ia menyampaikan apresiasi kepada pimpinan dan seluruh anggota DPRD Sulawesi Tengah yang memberikan dukungan sekaligus melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan program pemerintah daerah.
Selain bantuan biaya pendidikan, program tersebut juga diarahkan untuk mendorong terwujudnya cita-cita satu rumah satu sarjana dengan membuka kesempatan lebih luas bagi anak-anak Sulawesi Tengah untuk melanjutkan pendidikan tinggi.
Dari sisi pencairan, sejumlah orang tua penerima menilai mekanisme yang diterapkan relatif mudah. Bank Sulteng turut memfasilitasi pembukaan rekening bagi penerima manfaat.
Bagi mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di luar Sulawesi Tengah, proses verifikasi dapat dilakukan melalui kantor Bank Sulteng terdekat dengan membawa dokumen identitas berupa KTP dan kartu keluarga (KK), serta melakukan verifikasi melalui panggilan video bersama mahasiswa bersangkutan.
Program Berani Cerdas juga diharapkan dapat berlangsung secara berkelanjutan hingga mahasiswa menyelesaikan pendidikannya serta menjangkau lebih banyak anak daerah yang membutuhkan bantuan biaya pendidikan.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menempatkan pendidikan dan kesehatan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Kebijakan tersebut sejalan dengan amanat Pasal 31 UUD 1945 yang menegaskan bahwa setiap warga negara berhak memperoleh pendidikan serta negara berkewajiban menyelenggarakan sistem pendidikan nasional dan memprioritaskan anggaran pendidikan.
Dengan dukungan kebijakan dan penganggaran daerah, Program Berani Cerdas diharapkan tidak hanya meringankan beban ekonomi keluarga, tetapi juga memperluas kesempatan anak-anak Sulteng memperoleh pendidikan hingga perguruan tinggi.*


