MOROWALI, CS – Wakil Bupati Morowali, Iriane Iliyas, mengingatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar mengelola anggaran Tahun Anggaran 2026 secara cermat, terukur, dan disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah.

Menurutnya, realisasi belanja tidak dapat dipaksakan hanya mengacu pada pagu APBD apabila pendapatan daerah belum memenuhi target.

Pernyataan tersebut disampaikan Iriane saat memberikan arahan dalam Rapat Evaluasi Kinerja Triwulan I dan Triwulan II OPD Kabupaten Morowali Tahun Anggaran 2026 yang berlangsung di Aula Kantor Bupati Morowali, Jumat (17/7/2026).

Rapat dipimpin Bupati Morowali Iksan Baharudin Abdul Rauf dan dihadiri Sekretaris Daerah Yusman Mahbub, Asisten III Bidang Administrasi Umum Afridin, serta seluruh kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Morowali.

Dalam arahannya, Iriane menjelaskan bahwa rendahnya penyerapan anggaran hingga pertengahan tahun merupakan bagian dari kebijakan penyesuaian terhadap kemampuan riil pendapatan daerah yang telah dihimpun.

Menurutnya, pemerintah daerah harus berhati-hati dalam merealisasikan belanja agar tidak menimbulkan persoalan keuangan pada akhir tahun anggaran.

“Pemerintah daerah tidak dapat membelanjakan anggaran secara maksimal hanya berdasarkan pagu APBD apabila realisasi pendapatan belum sesuai target. Kehati-hatian ini penting agar seluruh kewajiban pembayaran dapat dipenuhi hingga akhir tahun,” jelasnya.

Ia juga mengajak seluruh perangkat daerah menjadikan pengalaman pengelolaan anggaran Tahun 2025 sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan program pada Tahun Anggaran 2026.

Menurut Iriane, berbagai kendala yang terjadi pada tahun sebelumnya harus menjadi pembelajaran agar pelaksanaan program tahun ini lebih efektif, tepat sasaran, serta tetap selaras dengan kondisi keuangan daerah.

Lebih lanjut, Wakil Bupati mengungkapkan bahwa pelaksanaan APBD Tahun 2026 hingga saat ini masih ditopang oleh Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) Tahun Anggaran 2025 yang nilainya mencapai sekitar Rp300 miliar.

Dana tersebut, kata dia, masih dimanfaatkan untuk mendukung pembiayaan pemerintah daerah hingga pertengahan tahun sehingga penggunaan anggaran Tahun 2026 belum dapat dilakukan secara penuh.

Selain itu, target pendapatan daerah tahun ini juga masih menjadi perhatian pemerintah sehingga setiap belanja harus dilakukan secara selektif berdasarkan skala prioritas.

Mengakhiri arahannya, Iriane mengajak seluruh kepala OPD memperkuat komitmen dan menyatukan persepsi dalam mengoptimalkan pelaksanaan anggaran Tahun Anggaran 2026.

Ia berharap hasil evaluasi tersebut menjadi landasan bersama untuk meningkatkan kinerja perangkat daerah, mempercepat realisasi program pembangunan, serta memastikan setiap penggunaan anggaran berlangsung secara efektif, efisien, akuntabel, dan sejalan dengan arahan Bupati Morowali.

Dengan pengelolaan anggaran yang disiplin dan terukur, Pemerintah Kabupaten Morowali menargetkan seluruh program pembangunan dapat terlaksana sesuai prioritas serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Reporter: Murad