Sektor pertanian global mencatatkan nilai produksi fantastis mencapai US$5,2 triliun (sekitar Rp84,2 kuadriliun) sepanjang tahun 2024. Menariknya, lebih dari separuh nilai ekonomi tersebut terkonsentrasi hanya di segelintir negara.
Berdasarkan data Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO), Indonesia berhasil menembus jajaran lima besar dunia sekaligus menjadi satu-satunya wakil dari Asia Tenggara di kelompok elite ini.
China Masih Memimpin di Puncak
China tercatat kokoh di posisi pertama dengan nilai produksi pertanian mencapai US$1,9 triliun atau menyumbang 35,6% dari total nilai pertanian dunia.
Pencapaian China ini amat dominan—nilainya hampir empat kali lipat dari posisi kedua dan melampaui gabungan produksi negara-negara di bawahnya. Hal ini ditopang oleh sistem pertanian domestik skala besar untuk memenuhi kebutuhan lebih dari satu miliar penduduknya.
Peta 5 Raksasa Pertanian Dunia
Kombinasi dari lima negara teratas menguasai 61,8% (hampir 62%) dari total nilai produksi pertanian global. Berikut rincian nilainya berdasarkan data FAO:
| Peringkat | Negara | Nilai Produksi (US$) | |
| 1 | China | $1,9 Triliun | |
| 2 | India | $573 Miliar | |
| 3 | Amerika Serikat | $451 Miliar | |
| 4 | Brasil | $204 Miliar | |
| 5 | Indonesia | $145 Miliar |
Posisi Indonesia dan Kawasan Lainnya
Dengan nilai produksi sebesar US$154 miliar (sekitar 2,8% pangsa pasar dunia), posisi Indonesia berada di atas negara-negara besar lainnya seperti:
- Turki: US$92 Miliar
- Rusia: US$87 Miliar
- Jepang: US$86 Miliar
- Prancis: US$82 Miliar
- Meksiko: US$77 Miliar
FAO menekankan bahwa pemeringkatan ini murni didasarkan pada nilai produksi ekonomi (production value), bukan luas lahan atau volume fisik hasil panen semata.
Karakteristik Pertanian di Eropa
Berbeda dengan benua Asia atau Amerika yang didominasi oleh negara tertentu, kekuatan pertanian di Eropa cenderung tersebar:
- Rusia: Menjadi produsen terbesar di kawasan Eropa melalui komoditas utama seperti gandum, jelai (barley), dan minyak bunga matahari.
- Eropa Barat/Selatan: Negara seperti Prancis, Jerman, Italia, dan Spanyol berfokus pada komoditas bernilai tambah tinggi, seperti produk olahan susu, anggur (wine), hingga minyak zaitun.
Pentingnya Sektor Pertanian Global
Sektor pertanian yang bernilai triliunan dolar ini mengelola sekitar separuh dari total lahan layak huni di bumi. Selain menjadi tulang punggung rantai pasok pangan dunia dan perdagangan internasional, sektor ini merupakan mata pencaharian utama bagi jutaan masyarakat di kawasan pedesaan global.*


