Persaingan global di industri kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) kian memanas. Sejumlah raksasa teknologi asal China kembali meluncurkan inovasi AI teranyarnya yang menawarkan performa tinggi namun dengan efisiensi biaya yang jauh memangkas pasar.

Dua pemain utama, Alibaba dan DeepSeek, memimpin gebrakan ini dengan mengusung pendekatan open-weight. Melalui model ini, para pengembang bebas mengunduh dan menyesuaikan parameter utama sistem—berbeda dari strategi model tertutup (closed model) yang diterapkan para pesaing asal Amerika Serikat seperti OpenAI, Anthropic, dan Google.

Alibaba Unjuk Gigi lewat Qwen3.8-Max

Alibaba resmi memperkenalkan Qwen3.8-Max, model AI terbesar dan paling kompleks yang pernah mereka kembangkan. Peluncuran ini merespons positif pasar hingga mendorong saham Alibaba melonjak 7% dalam perdagangan di Hong Kong.

Berdasarkan pengujian platform pembanding Arena.AI, Qwen3.8-Max berhasil menempati jajaran atas papan peringkat AI global untuk kategori teks, tepat di bawah Claude Fable 5 dan beberapa varian Opus besutan Anthropic.

Spesifikasi & Keunggulan Qwen3.8-Max:

  • Kapasitas Parameter: Mengusung 2,4 triliun parameter.
  • Multimodal: Mampu memproses format teks, gambar, hingga video.
  • Konteks Panjang: Mengakomodasi hingga 1 juta token sekaligus—ideal untuk memproses dokumen hukum tebal, basis kode perangkat lunak (software), atau pindaian buku ratusan halaman.
  • Arsitektur Efisien: Menggunakan sistem Mixture-of-Experts (MoE) yang membagi tugas ke bagian spesifik. Hanya sekitar 95 miliar parameter yang aktif per pemrosesan, sehingga menghemat biaya dan mempercepat waktu respon.

Alibaba menjadwalkan perilisan penuh model ini pada pekan depan, setelah sebelumnya terbukti mampu menyelesaikan proyek rekayasa perangkat lunak hanya dalam kurun waktu 16 hari.

DeepSeek V4-Flash: Pangkas Biaya Operasional hingga Ratusan Kali Lipat

Di sisi lain, startup AI DeepSeek merilis V4-Flash yang langsung dinobatkan oleh firma riset Artificial Analysis sebagai salah satu model AI termurah di dunia saat ini.

DeepSeek mematok tarif penggunaan yang sangat kompetitif:

  • Input: US$0,14 per juta token
  • Output: US$0,28 per juta token

Secara rata-rata pengujian, biaya penggunaan V4-Flash diperkirakan hanya menelan US$0,03 per pengujian. Angka ini terhitung sangat ekonomis jika dibandingkan dengan para kompetitornya:

Model AI Perusahaan Perkiraan Biaya per Pengujian
V4-Flash DeepSeek US$0,03
Kimi K3 Moonshot AI US$0,86
GPT-5.6 Sol OpenAI US$1,86
Claude Fable 5 Anthropic US$3,15

Perubahan Tren Kebutuhan Industri

Lian Jye Su, Kepala Analis dari Omdia, menilai langkah taktis perusahaan AI China ini sangat tepat sasaran. Menurutnya, mayoritas alur kerja di dunia bisnis sebenarnya tidak selalu membutuhkan model AI dengan spesifikasi tertinggi di industri.

Para pelaku usaha lebih memprioritaskan model AI yang proporsional: cukup andal, terjangkau, transparan, serta mudah diakses. Kombinasi model berkapasitas besar dan efisiensi biaya tinggi inilah yang memperkuat posisi China dalam peta persaingan teknologi global.*