Tiongkok mengukuhkan posisinya sebagai raja industri teh dunia dengan menguasai lebih dari 50% total produksi global pada 2024. Berdasarkan data International Tea Committee (ITC) yang dihimpun Tea & Coffee Trade Journal, total panen teh dunia menembus angka 7,05 juta ton, di mana kontribusi China mencapai 3,74 juta ton.
Tingginya angka tersebut memicu jurang perbedaan volume yang sangat lebar dengan negara-negara produsen lainnya. Dominasi ini didorong oleh luasnya area perkebunan serta tradisi budidaya teh yang telah mengakar selama ribuan tahun di Tiongkok.
Peta Kekuatan Produsen Teh Dunia 2024
Berikut adalah daftar 8 negara penghasil teh terbesar di dunia berdasarkan volume produksi dan pangsa pasarnya:
- China: 3,74 juta ton (53% pangsa dunia)
- India: 1,285 juta ton (18% pangsa dunia)
- Kenya: 599 ribu ton (8% pangsa dunia)
- Turki: 273 ribu ton (4% pangsa dunia)
- Sri Lanka: 262 ribu ton (4% pangsa dunia)
- Vietnam: 180 ribu ton (3% pangsa dunia)
- Indonesia: 125 ribu ton (2% pangsa dunia)
- Jepang: 74 ribu ton (1% pangsa dunia)
(Sisa 515 ribu ton atau sekitar 7% diproduksi oleh gabungan negara-negara lain di luar posisi delapan besar).
Asia Kuasai Pasokan Teh Global
Konsentrasi industri teh global saat ini sangat bertumpu pada kawasan Asia. Dari delapan produsen teratas, Kenya menjadi satu-satunya wakil dari luar Asia yang berhasil menembus papan atas.
Jika digabungkan, China dan India saja sudah menyumbang 71% dari total ketersediaan teh di seluruh dunia. Kondisi konsentrasi pasokan yang tinggi ini membuat pasar internasional sangat sensitif terhadap perubahan iklim, dinamika produktivitas lahan, maupun regulasi perdagangan di kawasan Asia.
Perbedaan Peran Pasar Domestik dan Ekspor
Meskipun India menempati urutan kedua dan memproduksi 1,285 juta ton, mayoritas hasilnya diserap oleh pasar dalam negeri. Hal ini menempatkan India sebagai produsen sekaligus salah satu konsumen teh terbesar.
Kondisi berbeda terlihat pada Kenya yang menduduki peringkat ketiga. Meski volume produksinya berada di angka 599 ribu ton, negara ini memegang peranan vital sebagai eksportir teh terbesar di dunia karena rendahnya penyerapan domestik dibandingkan volume hasil panennya.
Sementara itu, Indonesia mengamankan posisi ketujuh dunia dengan volume produksi mencapai 125 ribu ton. Angka ini menyumbang sekitar 2% dari total pasokan dunia, mengukuhkan peran Indonesia sebagai salah satu pemain kunci di industri teh global meski masih jauh di bawah dominasi Tiongkok dan India.*


