SEATTLE, CS – Timnas Australia diperkirakan akan mengandalkan permainan fisik sebagai senjata utama saat menghadapi tuan rumah Amerika Serikat dalam lanjutan Piala Dunia 2026 di Stadion Lumen Field, Seattle, Sabtu (20/6/2026) pukul 02.00 WIB.
Bek Australia, Alessandro Circati, menegaskan kekuatan utama Socceroos terletak pada fisik pemain yang dinilai mampu bersaing dalam duel-duel sepanjang pertandingan.
“Kami adalah tim yang sangat besar. Bahkan pemain yang mungkin tidak terlihat besar tetap sangat kuat secara fisik,” ujar Circati.
Pelatih Tony Popovic diprediksi kembali menerapkan formasi 3-4-2-1 yang menjadi andalan Australia dalam beberapa pertandingan terakhir. Skema tersebut mengandalkan tiga bek tengah yang memberikan keseimbangan saat bertahan sekaligus membuka ruang bagi pemain sayap untuk membantu serangan.
Lini pertahanan kemungkinan akan diisi Harry Souttar, Alessandro Circati, dan Jacob Italiano. Sementara dua gelandang bertahan akan menjadi kunci menjaga keseimbangan tim saat menghadapi tekanan dari lini serang Amerika Serikat.
Dalam fase bertahan, Australia diperkirakan menerapkan blok pertahanan menengah dengan menjaga jarak antarlini tetap rapat guna membatasi ruang gerak pemain-pemain kreatif lawan seperti Christian Pulisic dan Gio Reyna.
Saat menguasai bola, Socceroos akan mengandalkan umpan langsung ke depan, crossing dari sisi lapangan, serta duel fisik di area pertahanan lawan. Strategi tersebut dinilai sesuai dengan karakter pemain Australia yang unggul dalam duel udara dan perebutan bola kedua.
Selain itu, transisi cepat menjadi salah satu senjata utama yang dipersiapkan Popovic. Setelah merebut bola, para pemain Australia akan berusaha segera mengalirkan umpan vertikal ke lini depan untuk memanfaatkan ruang yang ditinggalkan pemain Amerika Serikat.
Nestory Irankunda diprediksi menjadi salah satu pemain yang paling diandalkan dalam skema tersebut. Kecepatan dan kemampuan individunya di sektor sayap dinilai mampu memberikan ancaman bagi pertahanan tuan rumah.
Selain Irankunda, Australia juga mengandalkan pengalaman Jackson Irvine, Mathew Leckie, dan Ryan sebagai pemimpin di lapangan. Sementara Jordan Bos dan Aiden O’Neill diharapkan menjadi motor permainan yang mampu menjaga keseimbangan antara bertahan dan menyerang. *


