PALU, CS – Fakultas Ekonomi Universitas Alkhairaat (Unisa) Palu mulai mematangkan penerapan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) melalui standardisasi sistem penilaian akademik dosen.

Langkah tersebut dilakukan melalui workshop evaluasi pembelajaran bertema “Perhitungan CPL & CPMK: Standardisasi Penilaian Akademik Dosen Fakultas Ekonomi” yang digelar di Aula Guru Tua Fakultas Ekonomi Unisa Palu, Sabtu (19/09/2026).

Workshop tersebut diikuti seluruh dosen Fakultas Ekonomi sebagai bagian dari persiapan penerapan kurikulum berbasis OBE yang akan mulai diterapkan pada semester baru.

Dekan Fakultas Ekonomi Unisa Palu, Dr. Muhammad Umar A., S.E., M.M., mengatakan penerapan OBE membutuhkan kesamaan pemahaman di antara seluruh dosen, khususnya dalam menyusun pembelajaran, menentukan capaian pembelajaran, hingga melakukan penilaian terhadap ketercapaian kompetensi mahasiswa.

Menurutnya, sistem penilaian dalam kurikulum OBE tidak hanya berorientasi pada nilai akhir mahasiswa. Penilaian harus mampu menggambarkan sejauh mana capaian pembelajaran yang telah ditetapkan dapat diwujudkan melalui proses pembelajaran setiap mata kuliah.

“Penerapan kurikulum berbasis OBE membutuhkan komitmen dan pemahaman yang sama dari seluruh dosen. CPL dan CPMK harus menjadi dasar dalam proses pembelajaran dan penilaian, sehingga nilai yang diberikan benar-benar menggambarkan ketercapaian kompetensi mahasiswa,” ujar Muhammad Umar.

Ia menjelaskan, standardisasi penilaian diperlukan agar terdapat keseragaman dalam penerapan sistem akademik di lingkungan Fakultas Ekonomi.

Dengan standar tersebut, setiap dosen diharapkan memiliki acuan yang jelas dalam menghubungkan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK), proses pembelajaran hingga hasil penilaian mahasiswa.

Workshop menghadirkan Dr. Afadil, S.Pd., M.Si., Ketua Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG) Universitas Tadulako (Untad), sebagai narasumber.

Dalam pemaparannya, Afadil menjelaskan CPL merupakan kemampuan yang harus dimiliki mahasiswa setelah menyelesaikan program pendidikan. Sementara CPMK merupakan kemampuan yang harus dicapai mahasiswa setelah mengikuti suatu mata kuliah.

Ia menekankan bahwa CPMK harus dirumuskan secara terukur dan memiliki keterkaitan yang jelas dengan CPL. Setiap mata kuliah, kata dia, harus memberikan kontribusi terhadap pencapaian CPL program studi melalui CPMK yang disusun sesuai karakteristik mata kuliah.

“Yang paling penting dalam penerapan OBE adalah memastikan adanya keterkaitan antara apa yang direncanakan, apa yang diajarkan, apa yang dinilai, dan capaian yang dihasilkan mahasiswa,” jelas Afadil.

Karena itu, menurutnya, CPMK harus dapat diukur sehingga hasil penilaian dapat digunakan untuk mengetahui tingkat ketercapaian CPL.

Afadil juga menjelaskan bahwa pengukuran CPL dan CPMK harus didukung sistem penilaian yang terstruktur. Berbagai bentuk asesmen, mulai dari tugas, kuis, proyek, praktik, presentasi hingga ujian, perlu dikaitkan dengan CPMK yang telah ditetapkan.

Melalui workshop tersebut, dosen Fakultas Ekonomi Unisa Palu mendapatkan pemahaman mengenai mekanisme pengukuran ketercapaian CPMK dan CPL, termasuk pengolahan hasil penilaian mahasiswa menjadi informasi mengenai tingkat ketercapaian capaian pembelajaran.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang untuk menyamakan persepsi para dosen dalam menerapkan standar penilaian akademik di lingkungan Fakultas Ekonomi.

Fakultas Ekonomi Unisa Palu berharap penerapan kurikulum berbasis OBE pada semester baru dapat memperkuat keterkaitan antara perencanaan pembelajaran, pelaksanaan perkuliahan, asesmen dan capaian kompetensi mahasiswa.

Dengan standardisasi perhitungan CPL dan CPMK, sistem penilaian akademik diharapkan menjadi lebih terukur, konsisten, serta selaras dengan capaian pembelajaran yang telah ditetapkan dalam kurikulum. *