AICHI, CS –  Tim esports Indonesia mencatat sejarah di Asian Games 2026. Skuad Pokemon Unite berhasil mempersembahkan medali perak sekaligus menjadi medali pertama Indonesia dari cabang esports pada pesta olahraga Asia di Aichi-Nagoya, Jepang.

Medali tersebut diraih setelah Indonesia menghadapi tuan rumah Jepang pada pertandingan final yang berlangsung di Aichi Sky Expo Esport Substage, Minggu (27/9/2026).

Indonesia harus mengakui keunggulan Jepang dengan skor 1-3. Hasil itu membuat Jepang meraih medali emas, sedangkan Indonesia membawa pulang perak. Korea Selatan dan Filipina mendapatkan medali perunggu.

Meski gagal meraih emas, pencapaian tersebut menjadi catatan penting bagi perjalanan esports Indonesia di Asian Games. Sebab, ini merupakan medali pertama yang berhasil disumbangkan tim esports Merah Putih pada edisi 2026.

Perjalanan Indonesia menuju final juga cukup meyakinkan. Pada babak perempat final, Indonesia menundukkan Korea Selatan dengan skor 2-1. Langkah tersebut kemudian berlanjut dengan kemenangan 2-0 atas Malaysia pada semifinal.

Skuad Pokemon Unite Indonesia diperkuat Marcello Hillers, Muhammad Haikal, Novrizal, Diananta Said, Denny Ardiyanto, dan Judha Pangabean. Tim tersebut berada di bawah arahan pelatih Ahmad Marsam dan asisten pelatih Erron Gunardi.

Sebelum Pokemon Unite menyumbangkan medali, Indonesia belum berhasil naik podium dari empat nomor esports yang telah dimainkan, yakni eFootball, Gran Turismo 7, Naraka: Bladepoint, dan Honor of Kings.

Peluang Indonesia untuk menambah koleksi medali esports masih terbuka. Tim Merah Putih masih memiliki wakil yang akan bertanding pada nomor PUBG Mobile, Identity V, dan Mobile Legends.

Medali perak Pokemon Unite pun menjadi penanda baru bagi perkembangan esports Indonesia di panggung Asian Games. Cabang olahraga elektronik tersebut kini tidak hanya menjadi bagian dari industri gim, tetapi juga menjadi salah satu arena persaingan prestasi olahraga Indonesia di tingkat Asia.*