AICHI, CS – Pemanah putri Indonesia, Nurisa Dian Ashrifah, mencetak sejarah di Asian Games 2026. Ia mempersembahkan medali emas kelima bagi Indonesia sekaligus menjadi atlet panahan Indonesia pertama yang meraih emas sepanjang sejarah keikutsertaan di Asian Games.

Nurisa memastikan pencapaian tersebut setelah mengalahkan wakil Filipina, Amaya Amparo Cojuangco, pada final nomor compound individu putri di Okazaki Central General Park Multipurpose, Aichi, Jepang, Kamis (1/10/2026).

Pertandingan berlangsung ketat. Nurisa akhirnya keluar sebagai pemenang dengan skor tipis 139-137 atas Cojuangco.

Kemenangan itu terasa semakin istimewa karena menjadi emas pertama Indonesia dari cabang olahraga panahan di Asian Games. Sebelumnya, prestasi terbaik Indonesia di cabang tersebut adalah medali perak.

Salah satunya diraih Diananda Choirunisa pada nomor recurve individu putri di Asian Games Jakarta-Palembang 2018. Indonesia juga pernah mendapatkan medali perak dari nomor recurve putra dan putri pada edisi-edisi sebelumnya.

Akhiri Paceklik Emas Panahan

Nurisa tampil tenang ketika menghadapi tekanan di partai final. Akurasi menjadi salah satu kunci keberhasilannya menundukkan pemanah Filipina tersebut.

Pada gim penentu, Nurisa mampu melepaskan bidikan dengan sangat baik dan mengunci kemenangan dengan selisih dua poin.

Medali emas tersebut sekaligus memutus penantian panjang Indonesia untuk meraih emas dari cabang panahan di Asian Games.

Pencapaian Nurisa juga menjadi tonggak penting bagi pembinaan panahan Indonesia, khususnya nomor compound yang baru kali ini memberikan emas bagi Merah Putih di pesta olahraga terbesar Asia tersebut.

Emas Kelima Indonesia

Bagi kontingen Indonesia, kemenangan Nurisa membuat koleksi emas Merah Putih menjadi lima di Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Empat emas sebelumnya diperoleh dari bulu tangkis beregu putra, ganda putra Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin, angkat besi melalui Rahmat Erwin Abdullah, serta panjat tebing nomor speed putri lewat Desak Made Rita Kusuma Dewi.

Tambahan emas dari Nurisa sekaligus membuat Indonesia melampaui target awal empat medali emas yang ditetapkan pemerintah.

Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir mengapresiasi pencapaian tersebut. Namun, ia mengingatkan kontingen Indonesia agar tidak terlena karena masih ada atlet yang berjuang di nomor-nomor lain.

“Emas kelima sudah kita dapatkan dan berarti target empat emas yang kita tetapkan sudah terlampaui.” ungkapnya.

Erick juga meminta seluruh atlet tetap menjaga fokus dan semangat hingga pertandingan terakhir Asian Games 2026.

Bagi Nurisa Dian Ashrifah, satu medali emas di Aichi-Nagoya bukan sekadar tambahan bagi klasemen Indonesia. Prestasi tersebut membuka lembaran baru sejarah panahan Indonesia di Asian Games.

Emas Nurisa menjadi emas kelima Merah Putih sekaligus emas pertama panahan Indonesia di sepanjang sejarah Asian Games.*