MOROWALI, CS – Barisan Rakyat Bersatu (BRB) Kabupaten Morowali dan Forum Pemerhati Tambang (Fornat) Sulawesi Tengah menggelar aksi demonstrasi menuntut PT. Cahaya Ginda Ganda (CGG) dan PT. Tri Daya Jaya ( TDJ).

Setidaknya melalui aksi yang dilakukan Selasa (26/03) pihak BRB bersama Format menyuarakan sebanyak 6 tuntutan buruh/karyawan PT. CCG dan PT. TDJ. Tak mau diam sejumlah buruh perusahaan juga ikut bergabung saat aksi berlangsung dari jalan hauling hingga dikantor perusahaan.

Dikesempatan ini, Ketua Umum BRB Morowali Rahmad dalam oransinya mengungkapkan, bahwa tujuan aksi ini bukan untuk menekan anti investasi/pengusaha dan bentuk ketidak sukaan investasi didaerah ini dan dengan investasi dapat mengurangi pengangguran di Desa Siumbatu, dan meningkatkan perputaran ekonomi secara perlahan.

“Kehadiran investasi diharapkan juga dapat memberi keuntungan terhadap tenaga kerja atau buruh, melalui pemberian upah atau gaji yang sesuai UMK atau UMP 2024 yang telah disetujui bupati Kabupaten/Kota dan Gubernur Sulawesi Tengah serta dewan pengupahan,”tuturnya.

“Namun hari ini faktanya tidak sesuai harapan. Sehingga BRB dan Format terpanggil untuk menyuarakan keluhan buruh,”terang Rahmad menambahkan.

Adapun beberapa tuntuntan yaitu,

1- PT. CGG dan PT. TDJ wajib membayarkan upah pokok karyawan sesuai UMK 2024 di karenakan sudah dua tahun berjalan, karyawan (oprator excavator) di berikan upah pokok sebesar Rp. 1000.000 per bulan.

2- PT. CGG dan PT. TDJ wajib mendaftarkan karyawan sebegai peserta BPJS ketenaga kerjaan dan BPJS kesehatan sebagai bentuk jaminan sosial untuk karyawan.

3- PT. CGG dan PT. TDJ tidak menerapkan K3 di dalam area kerja yang beresiko tinggi

4- PT CGG dan PT TDJ sudah dua tahun melakukan penambangan di Desa Siumbatu, namun sampai saat ini karyawan tidak pernah di fasilitasi alat pelindung diri (APD) lengkap.

5- Meminta pemerintah/instansi terkait dan aparat penegak hukum untuk bertindak tegas atas penimbunan sepadan pantai yang ada di sekitar jety siumbatu.

6- Mendesak PT. CGG dan PT. TDJ segera melakukan reklamasi pasca tambang di belakang pemukiman masyarakat Siumbatu.

Sekedar diketahui seusai melakukan aksinya para demonstran melanjutkan lagi kegiatannya yakni melakukan pembagian Takjil buka puasa. Sedangkan untuk Desa Siumbatu, salah satu desa dibawah pemerintahan Kecamatan Bahodopi Kabupaten Morowali. (MRM)