PALU, CS – Gubernur Sulawesi Tengah, H. Rusdy Mastura, memimpin upacara peringatan HUT ke-58 Polisi Kehutanan (Polhut) tingkat Provinsi Sulawesi Tengah, Sabtu 21 Desember 2024.
Acara yang digelar di halaman kantor Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Tengah ini berlangsung khidmat, dihadiri oleh jajaran forkopimda, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Dr. Rudi Dewanto, S.E., M.M., Kadis Kehutanan Muhammad Neng, S.T., M.M., koordinator Polhut, kepala satuan kerja kementerian lingkungan hidup dan kehutanan, serta mitra kerja terkait.
Dengan tema “Bhakti Wirawana – Wana Wibawa”, peringatan tahun ini menyoroti peran krusial Polhut sebagai penjaga hutan dan keanekaragaman hayati, yang tak hanya penting bagi Sulawesi Tengah, tetapi juga bagi dunia.
Dalam sambutannya, Gubernur Rusdy Mastura menyampaikan apresiasi atas dedikasi Polhut dalam menjaga kelestarian hutan.
“Hutan bukan hanya sumber daya alam, tetapi juga warisan yang harus kita jaga untuk generasi mendatang,” tegasnya.
Ia menekankan pentingnya sinergi antara Pemerintah Daerah, masyarakat, dan penegak hukum kehutanan dalam menghadapi tantangan seperti illegal logging, perambahan hutan, dan kebakaran hutan.
Gubernur juga mendorong pemanfaatan teknologi modern dalam pengawasan hutan untuk memastikan keberlanjutan pengelolaannya.
Gubernur menggarisbawahi pentingnya peningkatan kompetensi dan profesionalisme anggota Polhut untuk menghadapi perubahan dan tantangan lingkungan yang semakin kompleks.
“Dengan semangat Bhakti Wirawana yang selalu menyala, kita harus menciptakan perubahan positif dan memastikan bahwa hutan tetap menjadi sumber kehidupan bagi generasi mendatang,” imbuhnya.
Acara ini juga dimeriahkan dengan demonstrasi ketangkasan personel Polhut, termasuk bongkar pasang senjata api dengan mata tertutup dan simulasi pemadaman kebakaran hutan.
Peragaan ini mendapat apresiasi tinggi dari peserta yang hadir, menunjukkan kesiapan dan kemampuan Polhut dalam menghadapi situasi kritis di lapangan.
Peringatan HUT Polhut ke-58 menjadi momentum refleksi sekaligus motivasi untuk memperkuat komitmen dalam menjaga hutan sebagai taman kehidupan, paru-paru dunia, dan sumber kesejahteraan masyarakat Sulawesi Tengah. **


