SULTENG, CS – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) menggelar pelatihan budidaya air ikan tawar sistem Bioflok. Kegiatan itu menghadirkan narasumber dari Balai Besar Perikanan Budidaya Air Tawar (BBPAT) Sukabumi.
Dikesempatan itu, Kepala DKP Sulteng, Moh. Arif mengatakan, Kementerian Kelautan dan Perikanan telah memberikan perhatian dan mendorong pembangunan sektor kelautan dan perikanan di Sulteng.
Kata dia, sektor perikanan berperan penting dalam pembentukan perikanan budidaya nasional, dimana sektor perikanan tangkap dan budidaya perikanan dipilih menjadi tumpuan utama oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan.
“Pemerintah terus meningkatkan ketahanan pangan dari sektor perikanan, salah satunya telah mengembangkan budidaya ikan nila dengan teknologisistem bioflok. Teknologi tersebut telah suskses diterapkan untuk budidaya ikan nila yang dimassalkan di perbagai daerah di Indonesia,” katanya.
Dikesempatan yang sama, Wakapolda Sulteng Brigjend Pol. Hery Santoso, SIK, MH mengatakan, penyediaan pangan yang berasal dari ikan bukan hanya menjadi tugas pemerintah daerah saja, tetapi menjadi tugas bersama mengawal dan menjadi pelopor kemandirian pangan di masing-masing instansi dan masyarakat.
Menurut Wakapolda, hal tersebut menjadi dasar Polda, sehingga melaksanakan pelatihan tentang bagaimana budidaya ikan khusus air tawar dengan metode yang cukup revulusioner, yakni budidaya ikan dengan hemat air bahkan tidak mengganti air hingga panen. Dimana, budidaya ikan air tawar seperti itu sudah sangat berkembang pesat dan dikenal dengan budidaya ikan sistem bioflok.
“Model pembinaan masyarakat yang adaftif dan persuasif menjadi arahan bapak Kapolri, apalagi dimasa pandemi Covid 19 yang melanda semua negara di dunia yang mengharuskan pada semua orang untuk menerapkan protokol kesehatan. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan dapat menjadi contoh di masing-masing instansi dalam upaya kemandirian pangan daerah,” terangnya.
Dipenghujung, Wakapolda menyampaikan harapannya, agar kegiatan seperti itu lebh ditingkatkan lagi, dalam rangka pembinaan dan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM).
“Khususnya bagi para anggota, agar yang berada dan bersentuhan langsung dengan masyarakat dapat melakukan pembinaan dan pendampingan bersama instansi terkait. Hal ini dimaksudkan agar program pemerintah dalam upaya kemandirian pangan, khususnya pangan yang bersumber dari perikanan dapat terwujud dan mampu meningkatkan pendapat masyarakat,” tandasnya.
Kegiatan itu dilaksanakan, di Mako Polairud Polda Sulteng, mulai 27 sampai 28 Maret 2021. Yang dihadiri Wakil Kepolisian Daerah (Wakapolda) Sulteng, Komandan Komandao Resor 132/Tadulako, Direktur Polairtud Polda Sulteng, Komandan Komdan Distrik Militer 1306/ Donggala, Kepala Lapasa kelas II Palu, para pejabat eselon III dan IV Dislutkan Sulteng. (YM)


