Adrianto Jossy Kusumo (lahir Januari 1969) merupakan perwira tinggi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1992.
Ia dikenal memiliki latar belakang kuat di bidang reserse, khususnya penanganan tindak pidana terorisme dan operasi penegakan hukum berskala nasional.
Saat ini, ia menjabat sebagai Wakil Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Timur sejak 15 Desember 2025. Sebelumnya, ia juga pernah dipercaya menduduki sejumlah posisi strategis di lingkungan Polri.
Rekam Jejak Jabatan
- Kasatgaswil Papua, Densus 88 Antiteror Polri
- Kasatgaswil Sulawesi Tengah, Densus 88 Antiteror Polri
- Direktur Tindak (Dirtindak) Densus 88 Antiteror Polri (2023-2025)
- Wakapolda Riau (2025-2026)
- Wakapolda Kalimantan Timur (2026-sekarang)
Karier dan Fokus Penugasan
Sepanjang kariernya, Adrianto dikenal banyak berkecimpung dalam operasi-operasi penindakan dan pencegahan terorisme. Penugasan di Densus 88 menjadikannya salah satu perwira yang terbiasa bekerja dalam situasi berisiko tinggi, dengan fokus pada pendekatan penegakan hukum yang terukur dan berbasis intelijen.
Dalam penugasan di daerah, termasuk di Riau dan kemudian di Kalimantan Timur, ia juga terlibat dalam penguatan struktur kepolisian daerah serta peningkatan respons cepat terhadap potensi gangguan keamanan.
Ketegasan dalam Bertugas
Di lingkungan tugasnya, Jossy dikenal menekankan pendekatan yang tegas namun terukur, terutama dalam penanganan kasus-kasus keamanan yang berpotensi mengganggu stabilitas daerah. Pengalaman panjang di Densus 88 turut membentuk gaya kepemimpinannya yang menitikberatkan pada disiplin operasional, koordinasi lintas wilayah, serta respons cepat terhadap ancaman keamanan.
Dalam berbagai penugasan strategis, ia juga mendorong penguatan sinergi antara aparat kepolisian, pemerintah daerah, dan masyarakat untuk menjaga stabilitas keamanan, khususnya di wilayah-wilayah dengan tingkat kerawanan tertentu.
Ketegasan, Kerendahan Hati, dan Kedekatan dengan Masyarakat
Di balik ketegasan dalam menjalankan tugas, Adrianto dikenal memiliki sikap rendah hati dan pendekatan humanis dalam berinteraksi dengan masyarakat. Ia kerap membangun komunikasi langsung dengan berbagai elemen masyarakat di wilayah tugasnya.

Sosoknya juga dikenal dekat dengan masyarakat dan mampu membangun kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian. Dalam sejumlah penugasan, ia disebut sebagai figur yang mudah berbaur, hadir di tengah masyarakat, serta memperhatikan aspirasi warga secara langsung.
Kombinasi antara ketegasan dalam penegakan hukum dan pendekatan yang humanis menjadikannya figur yang tidak hanya dihormati di lingkungan institusi, tetapi juga dicintai oleh masyarakat di daerah penugasannya. *

