PROBOLINGGO, CS – Kebakaran kawasan Gunung Bromo kini tidak hanya menjadi persoalan lingkungan. Penutupan total kawasan wisata juga memukul aktivitas ekonomi masyarakat yang selama ini menggantungkan pendapatan dari kunjungan wisatawan.

Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menutup seluruh akses wisata Gunung Bromo sejak Sabtu (8/8/2026) pukul 22.00 WIB setelah kebakaran meluas di kawasan tersebut.

Penutupan berlaku hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Keputusan tersebut secara langsung menghentikan aktivitas wisata di kawasan Bromo. Wisatawan yang telah merencanakan perjalanan harus menunda kunjungan, sementara pelaku usaha di sekitar kawasan menghadapi berkurangnya aktivitas ekonomi.

Dampaknya berpotensi dirasakan oleh berbagai sektor yang selama ini bergerak mengikuti arus kunjungan wisatawan.

Mulai dari pengemudi jip, jasa kuda, pemandu wisata, pengelola penginapan, warung makan, pedagang oleh-oleh hingga penyedia paket perjalanan.

Bagi masyarakat sekitar, wisata Bromo bukan sekadar aktivitas rekreasi, tetapi telah menjadi bagian dari mata pencaharian.

Karena itu, semakin lama kawasan ditutup, semakin besar pula potensi tekanan terhadap pendapatan masyarakat yang bergantung pada sektor pariwisata.

Situasi tersebut memperlihatkan bahwa kebakaran kawasan konservasi memiliki efek berantai. Kerusakan lingkungan dapat berkembang menjadi persoalan sosial dan ekonomi ketika aktivitas wisata harus dihentikan.

TNBTS sendiri mencatat luas kawasan yang terdampak kebakaran telah mencapai sekitar 520 hektare hingga Minggu (9/8/2026).

Penutupan total dilakukan sebagai bagian dari upaya pengamanan kawasan sekaligus memberi ruang bagi petugas untuk menangani kebakaran.

Dengan kondisi tersebut, pemulihan Bromo nantinya tidak hanya ditunggu dari sisi lingkungan. Pelaku usaha dan masyarakat sekitar juga menanti kapan aktivitas wisata dapat kembali berjalan dengan aman.

Namun, pembukaan kembali kawasan tentu harus mempertimbangkan kondisi ekologis dan keselamatan pengunjung agar tragedi kebakaran tidak kembali menimbulkan dampak yang lebih luas. *