Anda ingin sejenak bermanja-manja dengan air dalam berbagai rupa? Datanglah ke Luwuk, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah.

Di kota ini, air seperti menemukan banyak cara untuk menyapa manusia. Ada laut yang tenang, membentang tanpa banyak riak, seperti permadani luas yang dihamparkan hingga ke cakrawala. Ada pula sungai-sungai dengan mata air jernih yang mengalir di antara alam yang masih asri.

Namun, di antara semua permainan air itu, ada satu yang seolah memiliki panggungnya sendiri. Air Terjun Piala.

Namanya seperti sudah ditakdirkan untuk menjadi pemenang. Air Terjun Piala memang layak disebut sebagai salah satu permata wisata air di Luwuk. Airnya jatuh bertingkat-tingkat, mengalir mengikuti lekuk alam, menciptakan pemandangan yang sulit ditandingi.

Yang lebih menyenangkan, untuk sampai ke sana tidak membutuhkan perjalanan panjang. Dari pusat Kota Luwuk, hanya sekitar 20 menit perjalanan, kita sudah dapat merengkuh kesegaran dan keindahan air terjun yang bersusun-susun itu.

Begitu tiba, rasa segar seperti datang seketika.

Ada sesuatu yang sulit dijelaskan ketika berdiri di hadapan air yang jatuh tanpa henti. Suaranya seperti menghapus kebisingan yang selama ini memenuhi kepala. Beban hidup yang semula terasa berat seolah ikut terbawa arus, jatuh bersama air menuju bebatuan di bawahnya.

Barangkali ada kenikmatan sederhana yang sering kita lupakan: bermain dan menikmati air.

Di Air Terjun Piala, kita seperti diajak kembali mengingat kesederhanaan itu. Liukan air yang jatuh dari ketinggian seakan meminta kita berhenti sejenak dari kesibukan, dari pekerjaan, dari berbagai urusan yang tak pernah selesai.

Tak perlu terlalu banyak bercakap.

Duduklah. Diamlah sejenak. Dengarkan irama air yang jatuh, rasakan percikannya, dan biarkan pikiran menemukan ruang untuk tenang.

Kadang-kadang, yang kita butuhkan bukan perjalanan jauh, bukan kemewahan, bahkan bukan sesuatu yang mahal. Kita hanya membutuhkan tempat untuk berhenti sejenak dan memberi kesempatan kepada diri sendiri untuk bernapas.

Air Terjun Piala di pinggiran Kota Luwuk menawarkan semua itu.

Ia menghadirkan permainan air yang seolah dibuat sendiri oleh Tuhan, alami, indah, dan tanpa perlu banyak polesan.

Maka, mungkin bonus terbesar dari perjalanan ke Air Terjun Piala bukan sekadar foto yang dibawa pulang, bukan pula cerita tentang tempat yang telah kita datangi.

Bonus sesungguhnya adalah ketika kita pulang dengan hati yang sedikit lebih ringan, pikiran yang lebih segar, dan kesadaran bahwa Tuhan telah menyediakan begitu banyak keindahan untuk kita nikmati dan syukuri.

Sebab terkadang, alam tidak sedang mengajak kita ke mana-mana.

Ia hanya sedang memanggil kita untuk berhenti sejenak.

Dan Air Terjun Piala sedang memanggil.
Wallahul musta’an.

Penulis: drg. Lutfiah