PALU, CS – Silaturahmi Nasional (Silatnas) Alkhairaat yang dijadwalkan berlangsung pada 30 November 2026 mengusung seruan “Guru Tua Memanggil” sebagai ajakan memperkuat persaudaraan, pendidikan, dan pengabdian kepada bangsa menjelang satu abad berdirinya Alkhairaat pada 2030.
Ketua Panitia Silatnas Alkhairaat, Syamsudin M. Pay, menyampaikan bahwa momentum Silatnas menjadi ruang konsolidasi bagi seluruh Abnaul Khairaat dan pengurus Alkhairaat untuk meneguhkan kembali nilai-nilai perjuangan Guru Tua dalam membangun umat dan bangsa.
Dengan tema besar “Mengukuhkan Kepribadian dan Kemandirian Umat Menuju Indonesia Emas Tahun 2045”, kegiatan ini diarahkan untuk memperkuat peran Alkhairaat dalam bidang pendidikan, dakwah, dan sosial, sekaligus mempersiapkan organisasi menyongsong satu abad pengabdian.
Menurutnya, Alkhairaat yang berdiri pada 1930 memiliki sejarah panjang dalam pengabdian kepada masyarakat Indonesia. Jauh sebelum kemerdekaan, lembaga yang didirikan Guru Tua tersebut telah mengambil bagian dalam mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pendidikan dan dakwah.
Saat ini, Alkhairaat telah berkembang di 28 provinsi dan 80 kabupaten/kota, dengan mengelola sekitar 2.000 madrasah dan tiga perguruan tinggi. Jaringan pendidikan, dakwah, dan sosialnya disebut telah menjangkau sekitar 20 juta umat.
Melalui seruan “Guru Tua Memanggil”, panitia mengajak seluruh komponen Alkhairaat untuk kembali memperkuat semangat perjuangan melalui ilmu, akhlak, dan kebersamaan.
Pesan “Bil ilmi wal akhlak lakul muna” menjadi salah satu landasan perjuangan yang menegaskan pentingnya ilmu pengetahuan dan akhlak dalam membangun generasi yang berkualitas serta memiliki tanggung jawab terhadap masyarakat dan bangsa.
Selain konsolidasi organisasi, Silatnas juga diarahkan untuk mendorong transformasi pendidikan dan dakwah dalam menghadapi perkembangan teknologi serta digitalisasi. Penguatan kemitraan dengan pemerintah dan pihak nonpemerintah turut menjadi perhatian guna membangun kemandirian ekonomi umat.
Dalam konteks kebangsaan, Alkhairaat menegaskan komitmennya menjaga keutuhan NKRI melalui dakwah amar makruf nahi mungkar yang moderat, menghargai perbedaan, dan menjunjung tinggi Bhinneka Tunggal Ika.
Silatnas Alkhairaat diharapkan menjadi momentum mempererat persaudaraan, memperluas jaringan pengabdian, serta menghidupkan kembali semangat perjuangan Guru Tua dalam menghadapi tantangan zaman.
Seruan “Guru Tua Memanggil” pun menjadi pengingat bahwa memasuki satu abad pengabdian, Alkhairaat dituntut terus menjaga warisan ilmu dan akhlak sekaligus memperkuat kontribusinya bagi masa depan Indonesia. *



