MOROWALI, CS – Sebanyak 25 tim telah dipastikan akan segera meramaikan kegiatan Turnamen sepak bola yang diselenggarakan Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Kabupaten Morowali, di Stadion Mini Fonuasingko, Desa Bente, Kecamatan Bungku Tengah.
Kesebelasan yang menjadi peserta semuanya membawa berbagai nama perusahaan swasta dan BUMN, untuk pertandingan dijadwalkan berjalan kurang lebih 24 hari.
Turnamen itu dibuka dengan Laga eksebisi antara anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dan Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kabupaten Morowali, Rabu 20 Januari 2021 sore.
Pada saat membuka Turnamen, Bupati Morowali Taslim menuturkan, melalui keterlibatan perusahaan swasta dan BUMN, menimbulkan keyakinan besar dari Pemerintah dan masyarakat, olah raga sepak bola di Kabupaten Morowali kedepan bisa lebih maju lagi.
“Kami selaku pemerintah berharap momen seperti ini bisa dijadikan salah satu kegiatan mencari bibit-bibit generasi pesepak bola Morowali. Dan kepada pemain dimanapun turnamen bisa menjadi arena mengembangkan bakat,” ucap Taslim saat memberikan sambutan diacara pembukaan Turnamen.
Dikesempatan itu juga, Taslim menyampaikan bahwa Pemerintah kabupaten sangat memberi apresiasi kepada Askab PSSI Kabupaten Morowali beserta ornganisasi lainnya, yang notabenenya memayungi kegiatan olahraga. Untuk dapat meraih prestasi disemua bidang, termasuk olahraga yang dituntut adalah ketekunan dan kerja keras.
“Saya berharap agar selama kegiatan bergulir para manejer kesebelasan, peserta pertandingan, wasit pemimpin pertandingan, hakim garis, penonton atau suporter kesebalasan untuk bersama-sama menjaga sportivitas,” pesannya.
Ketua DPD Partai NasDem Morowali itu juga berharap, apa yang menjadi ketentuan dari panitia pelaksana terkait penerapan protokol kesehatan pencegahan Covid-19, di dalam stadion supaya tetap dipatuhi. Sebab kalau diindahkan, maka Turnamen ini akan segera dihentikan.
“Untuk langkah-langkah pengembangan olah raga di Kabupaten Morowali, maka pada tahun 2021 ini, Pemerintah Kabupaten Morowali lewat KONI Kabupaten Morowali telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 3 Miliar,” ungkapnya.
Ditempat yang sama, Ketua Askab PSSI Kabupaten Morowali, Gafar Hilal dalam laporannya menjelaskan, bahwa turnamen ini mundur dari jadwal awal perencanaan. Seharusnya akan digelar bertepatan saat Kabupaten Morowali akan merayakan hari jadinya pada Desember tahun 2020 lalu.
“Tertundanya jadwal di Desember 2020 itu lebih karena situasi kasus Covid-19 yang terjadi di Morowali,” ungkapnya.
Pria yang saat ini menjadi Ketua Fraksi Partai NasDem di DPRD Kabupaten Morowali itu mengatakan, memanfaatkan dukungan perusahaan swasta dan BUMUN di Morowali, merupakan antusias dari Askab PSSI Kabupaten Morowali untuk membangun semangat olah raga sepak bola.
“Turnamen ini sepenuhnya digagas Askab PSSI Morowali, dan mendapat Support dari KONI Morowali. Turnamen ini juga adalah rangkaian kesiapan Morowali untuk Porkab dan Porprov,” terangnya.
Perihal yang menjadi ketentuan dalam Turnamen, yakni panitia menerapkan saran protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Mencuci tangan pakai sabun dengan air sebelum masuk kestadion, memakai masker dan para penonton juga diwajibkan menjaga jarak.
“Dalam satu kesebelasan ada 6 orang pemain senior. Sedangkan pemain yang lain maksimal usia 20 tahun ke bawah. Hal itu juga dari panitia menjadi salah satu ketentuan pada Turnamen ini,” tutur Gafar Hilal.
Pembukaan Turnamen Juga dihadiri Ketua DPRD Morowali, Kuswandi, Dandim 1311/Morowali, Letkol Inf Raden Yoga Raharja dan Kapolres Morowali, AKBP Bayu Indra Wiguno. Ketiganya juga sempat menjadi pemain mengantikan, Dandim dan Kapolres bermain dari kubu Pemkab Morowali. (MRM)

