Digelar di Kota Palu, Rakernas Asosiasi FKUB Indonesia Dimulai

Suasana pembukaan Rakernas Asosiasi FKUB Indonesia, di Salah satu hotel di Kota Palu, Jum’at 2 Desember 2022 malam. (FOTO : channelsulawesi.id)

SULTENG, CS – Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) resmi digelar, di Salah satu hotel di Kota Palu, Kamis 1 Desember 2022 malam.

Kegiatan  itu digelar hingga tanggal 3 Desember 2022, dengan mengangkat tema “Meneguhkan Kerukunan Membangun Peradaban”.

Bacaan Lainnya

Hadir diacara pembukaan diantaranya, Kepala Badan Pembinaan Idiologi Pancasila (BPIP), Yudian Wahyudi.  Gubernur Sulawesi Tengah, Rusdy Mastura, Ketua DPRD Sulawesi Tengah, Nilam Sari Lawira. Ketua Asosiasi FKUB Indonesia, Ida Pangelingsir, Forkopimda, Kepala Kanwil Kemenag Sulteng, Ulyas Taha. Ketua FKUB Sulteng, Prof. Zainal Abidin, Bupati Sigi, Moh. Irwan.  Kepala Biro Administrasi Pimpinan serta pihak terkait lainnya.

Dikesempatan itu, Prof Zainal menyampaikan terimakasih kepada Gubernur dan Ketua DPRD Sulteng yang telah mendukung dan mensupport sepenuhnya penyelenggaraan kegiatan tersebut.

Baca Juga :  Tanggapi Demo di Jakarta, Gubernur Semakin Gigih Tolak Lantik Novalina

Prof Zainal mengatakan, kegiatan itu merupakan amanah dari hasil konfrensi  nasional yang digelar di Tanjung Pinang beberapa waktu. Yang memberikan kepercayaan kepada Sulteng menjadi tuan rumah, walaupun dalam waktu yang sangat singkat.

“Karena kita semua punya semangat yang sama, bagaimana menciptakan situasi yang damai dan rukun, khususnya antar umat beragama. Amanah itu kami terima, dan kami sampaikan kepada Gubernur dan ketua DPRD Sulteng. Alhamdulillah, mendapat respon  positif dan dukungan yang luar biasa, sehingga atas faslitas yang ada malam ini berkah dua tokoh Sulteng ini,” terangnya.

Kegiatan itu diikuti oleh seluruh FKUB provinsi di Indonesia, dan setiap peserta diwakili oleh ketua dan sekretaris. Namun, khusus Sulteng, dihadiri oleh FKUB kabupaten/kota.

Kata Prof Zainal, sengaja mengangkat tema “Meneguhkan Kerukunan Membangun Peradaban” karena untuk membreak down (perincian) program kerja hasil konfrensi nasional di Tanjung Pinang beberapa waktu lalu.

Baca Juga :  Jasa Raharja Jamin Korban Kecelakaan Tragis Kereta Api Tabrak Odong-Odong di Serang Banten

“Sehingga nanti, diharapkan betul kita mampu meneguhkan kerukunan.  Kalau kita mampu meneguhkan kerukukan, maka kita akan bisa menata semua agama itu benar menurut pemeluknya masing-masing. Cuman terakadang agama menjadi salah apabila di luar penganutnya,” jelasnya.

Untuk itu, menurutnya dibutuhkan toleransi, sebagai suatu kerukunan untuk meneguhkan kerukunan itu sendiri.

Kemudian, dijelaskannya, kalimat membangun peradaban, artinya bagaimana agama ini menjadi solusi dan alternatif untuk menyelesaikan problem yang dihadapi bangsa dan negara.

“Artinya, jangan agama menjadi pemicu kegaduhan, konflik karena memang semua ajaran agama mengajarkan kepada kita bahwa damai adalah ajaran semua agama. Sehingga kedepan beradaban yang akan kita lahirkan bersama-sama akan memberikan jawaban, bahwa agama akan memberikan solusi terhadap persoalan yang dihadapi oleh bangsa dan Negara RI,” katanya.

Dikesempatan selanjutnya, Ida Pangelingsir mengatakan, jika tidak ada semangat yang sama dari Gubernur dan Ketua DPRD untuk membangun kerukunan di Sulteng, maka tidak akan terwujud  kerukunan. Karena menurut Ida, masih banyak gubernur ataupun bupati dan walikota yang belum memahami tentang arti kerukunan bagi bangsa Indonesia.

Baca Juga :  Tingkatkan Curah Hujan, Gubernur Setujui Teknik Modifikasi Cuaca Drone

“Sehingga sering FKUB-FKUB dianggap sebagai pemadan kebakaran. Nanti terkejut ketika terjadi sesuatu,” katanya.

Olehnya, Ida menyampaikan mendorong status hukum FKUB menjadi Peraturan Presiden atau Keputusan Presiden dalam Rakernas itu.

“Program dari hasil konfrensi nasiponal di Tanjung Pinang dimantapkan lagi di Rakernas ini. Salah satunya meningkatkan status hukum FKUB,” sarannya.

Dikesempatan yang sama, Gubernur Sulteng mengatakan, FKUB merupakan miniatur kebhinekaan Indonesia, yang hendaknya menjadi tenda bangsa mengayomi semua umat beragama dan beragam kelompok.

“Komitmen tersebut harus tertanam  kuat dalam kesadaran para tokoh dan aktivis FKUB di semua tingkatan. Pemerintah mendukung agar peran FKUB  semakin optimal dan menyemai nilai-nilai modernisasi beragama merupakan pilihan yang tepat dan selaras dengan jiwa Pancasila di tengah-tengah adanya gelombang ekstremisme di berbagai belahan dunia,” ucapnya. **

Pos terkait