PT IMIP Kucur Rp 623 Juta Bangun RKB MTs Alkhairaat Bahodopi

Koordinator Community Relations Departemen External PT IMIP, Thomas Deni Bintoro, saat menggunting pita peresmian RKB MTs Al Khairaat Makarti Jaya, Kamis 15 Desember 2022 (FOTO : channelsulawesi.id)

MOROWALI, CS – PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) menghabiskan Rp623 juta, untuk membangun tiga Ruang Kelas Belajar (RKB),Toliet dan meubeler Madrasah Tsanawiyah (MTS) Alkhaiaat, Desa Makarti Jaya, Kecamatan Nahodopi, Kabupaten Morowali.

Koordinator Community Relations Departemen External PT IMIP, Thomas Deni Bintoro, dalam sambutannya pada peresmian RKB MTs Al Khairaat, Kamis 15 Desember 2022 menyampaikan, pembangunan RKB ini merupakan bentuk komitmen perusahaan terhadap peningkatan kualitas pendidikan bagi generasi muda, khususnya anak-anak yang berada di Bahodopi.

Bacaan Lainnya
Baca Juga :  PT IMIP Latih Warga Bahodopi Olah Stainless Steel

Harapannya, dimasa mendatang melalui program CSR nya, perusahaan dapat berkontribusi lebih banyak terhadap dunia pendidikan di Morowali secara menyeluruh.

“Perusahaan berharap, melalui kontribusi yang telah dilakukan oleh perusahaan terhadap dunia pendidikan di Morowali, menjadikan anak-anak kita bisa bersekolah dengan baik. Harapan kita juga, sarana dan prasarana sekolah yang telah diberikan dan dibangun ini,  bisa dijaga dan digunakan dengan baik. Supaya siswa dan siswi yang menuntut ilmu di sekolah ini, mampu berprestasi dan dapat membanggakan kedua orangtua mereka,” urai pria yang akrab disapa Deni itu.

Baca Juga :  Hari ini, Menteri PPN/Bapenas Kunker di PT IMIP

Sementara, Kepala Desa Makarti Jaya, Abdul Hakim T mengatakan, apa yang dilakukan oleh perusahaan merupakan hal yang sangat bermanfaat bagi masyarakat, khususnya di Desa Makarti Jaya. Pasalnya, sejak 2018 lalu, pihaknya telah mengajukan program itu kepada Pemerintah Morowali, namun belum dapat terealisasi.

“Dan kami harapkan juga kepada pemerintah, kalau bisa dewan guru yang mengajar di sekolah ini bisa dibantu untuk kesejahteraan mereka. Karena rugi juga kalau misalkan siswa dan siswinya banyak, tetapi gurunya sedikit,” pinta Abdul Hakim. (MRM)

Pos terkait