Kasus Kemiskinan Sulteng Lilit Warga Perkotaan

Ilustrasi kemiskinan (FOTO : Pixabay.com)

PALU, CS – Periode September 2022, kemiskinan di Sulteng lebih rendah dari Maret 2022, atau terjadi penurunan 0,03 persen. Dari 12,33 persen menjadi 12,30 persen, tapi ada anomali di baliknya.

“Kemiskinan di wilayah perkotaan justru meningkat dari 9,03 persen pada Maret 2022 menjadi 9,13 persen pada September 2022,” kata Asisten Perekonomian dan Pembangunan Dr. Rudi Dewanto, saat mewakili Gubernur Sulteng membuka Rapat Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) se Sulteng, di Bappeda Sulteng, Kamis 23 Februari 2023.

Bacaan Lainnya
Baca Juga :  Pemkot Palu Resmikan Masjid Bantuan Masyarakat Jogjakarta

Faktor kenaikan BBM September 2022 menjadi pemicu naiknya angka kemiskinan itu.  Yang menggerus pendapatan dan daya beli masyarakat, sehingga memberi efek kejut khususnya pada masyarakat perkotaan yang harus mengeluarkan lebih banyak biaya.

Biaya yang dimaksud antara lain, untuk memenuhi kebutuhan pangan dan transportasi, yang mana mobilitas masyarakat perkotaan lebih tinggi daripada masyarakat perdesaan.

Untuk itu, Rudi Dewanto mengisyaratkan pemanfaatan dana CSR perusahaan ke dalam bentuk program bantuan sembako untuk membantu masyarakat miskin perkotaan.

Ditambah lagi, agar tepat sasaran maka kabupaten/kota diminta secara kontinu memuktahirkan Data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE).

Baca Juga :  100 Peserta Off Road Berbagi Jalani Scritineenring

“Sebelum BPS turun melakukan survei ke kabupaten/kota masing-masing, Saya harap masyarakat Kita sudah terkena intervensi (bantuan sembako),” tegasnya.

Sementara narasumber Kepala Perwakilan BPKP Sulteng, Evenri Sihombing menegaskan, bahwa ketersediaan data by name by addres yang valid dapat memudahkan program-program intervensi penanggulangan kemiskinan ekstrim di kabupaten/kota.

Selain itu, komitmen dan konsistensi yang tinggi pemerintah daerah diklaimnya jadi faktor penentu untuk keberhasilan menurunkan kemiskinan secara drastis.

“Kawal tiap bulan supaya kemiskinan cepat turun karena sudah ada datanya,” serunya.

Hadir dalam kegiatan itu, diantaranya Wakil Walikota Palu, dr. Reny A. Lamadjido, Wakil Bupati Donggala, Moh. Yasin. Wakil Bupati Poso, M. Yasin Mangun dan Wakil Bupati Tolitoli, Moh. Besar Bantilan. **

Pos terkait