MOROWALI,CS – Sejumlah konsumen PT PLN (Persero) Unit Bungku, Kabupaten Morowali, mengeluhkan pelayanan pengaduan gangguan listrik serta pengajuan tambah daya yang dinilai belum mendapat penanganan maksimal.
Keluhan tersebut disampaikan Sudirman, warga Desa Sampeantaba, Kecamatan Witaponda, Selasa (16/12/2025).
Ia menilai sistem pelayanan PLN Bungku, baik dalam penanganan gangguan maupun kebutuhan tambah daya, perlu segera dibenahi agar tidak merugikan konsumen.

Sudirman mengungkapkan, dirinya memiliki usaha rumah kos-kosan di Desa Bahodopi dan telah beberapa kali melaporkan gangguan listrik ke PLN. Namun laporan yang pertama kali disampaikan pada 9 Juli 2025 hingga kini belum mendapatkan respons dari manajemen PLN Bungku.
“Gangguan listrik ini sudah berlangsung cukup lama, sekitar lima bulan, tetapi belum ada tanggapan yang memuaskan dari pihak PLN,” ujar Sudirman.
Selain gangguan listrik, ia juga menyebut pengajuan tambah daya atas nama Nurmiati berdasarkan ID meteran yang terpasang belum menunjukkan kejelasan hingga saat ini.
“Kami telah melaporkan berkali-kali gangguan listrik dan pengajuan tambah daya ini kepada PLN, namun belum ada tindakan yang signifikan,” katanya.
Menurut Sudirman, kondisi tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas usaha kos-kosan yang dikelolanya. Para penghuni kos mengalami kesulitan akibat pasokan listrik yang tidak stabil.
“Anak-anak kos mengeluh makanan di lemari pendingin sering basi, tidak bisa belajar dengan baik, dan aktivitas malam hari terganggu karena listrik tidak menyala,” jelasnya.
Sudirman menyatakan pihaknya masih menunggu klarifikasi dan tindak lanjut dari PLN sebagai penyedia layanan kelistrikan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak PLN Bungku belum memberikan pernyataan resmi terkait keluhan gangguan listrik dan pengajuan tambah daya tersebut.
Reporter: Murad


