PALU, CS – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah mematangkan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 melalui rapat koordinasi (rakor) tingkat provinsi yang digelar, di ruang Polibu Kantor Gubernur, Kamis (2/4/2026).

Berdasarkan data dari Kanwil Kementerian haji dan Umroh setempat, sebanyak 1.751 jamaah haji asal Sulawesi Tengah siap diberangkatkan ke Tanah Suci pada musim haji 2026. Dari jumlah tersebut, 351 jamaah merupakan kategori lanjut usia (lansia) yang menjadi perhatian khusus dalam pelayanan.

Gubernur Sulawesi Tengah melalui Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Dr. Farid Rifai Yotolembah, menegaskan bahwa penyelenggaraan ibadah haji merupakan amanah besar yang menuntut pelayanan maksimal tanpa celah.

“Penyelenggaraan ibadah haji adalah amanah besar yang harus dilaksanakan dengan pelayanan sempurna,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya menghadirkan pelayanan haji yang berkeadilan, berempati, serta berpihak pada kelompok rentan.

“Khususnya bagi perempuan, disabilitas, dan lansia, yang wajib kita pahami dan laksanakan dengan sepenuh hati,” tambahnya.

Sementara itu, data dari Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Sulawesi Tengah menunjukkan jumlah jamaah lansia yang cukup signifikan, sehingga membutuhkan perhatian khusus dalam aspek pelayanan, mulai dari keberangkatan hingga pelaksanaan ibadah di Tanah Suci.

Untuk itu, Farid berharap seluruh pihak yang terlibat dapat terus memperkuat koordinasi dan komunikasi guna memastikan penyelenggaraan haji berjalan optimal.

“Mari satukan pikiran dan langkah demi terwujudnya penyelenggaraan haji yang berkualitas, terhormat, dan berkesan bagi seluruh masyarakat Sulawesi Tengah,” katanya.

Rakor tersebut turut dihadiri Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Sulawesi Tengah Muchlis Aseng, Plt Kepala Biro Kesra Rustam Arifuddin, para kepala bagian kesra kabupaten/kota, serta perangkat daerah terkait. *