TEL AVIV, CS – Israel dilaporkan mengerahkan satu baterai sistem pertahanan udara Iron Dome ke Uni Emirat Arab pada fase awal konflik dengan Iran 2026. Langkah ini menjadi kali pertama sistem tersebut ditempatkan di luar wilayah Israel.
Menurut laporan Axios yang mengutip pejabat Israel dan Amerika Serikat, keputusan pengerahan diambil langsung oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu setelah komunikasi dengan Presiden Uni Emirat Arab Mohamed bin Zayed Al Nahyan. UEA saat itu menghadapi gelombang serangan rudal dan drone dari Iran.
Sistem tersebut dilaporkan digunakan untuk memperkuat pertahanan udara UEA dan berhasil mencegat sejumlah proyektil jarak pendek selama konflik berlangsung. Kehadirannya melengkapi sistem pertahanan berlapis yang sudah dimiliki UEA, termasuk Patriot, THAAD, dan Barak-8.
Pengerahan ini berlangsung tanpa pengumuman publik dan disebut sebagai respons cepat atas permintaan bantuan di antara negara mitra dalam kerangka Abraham Accords. Kedua negara dilaporkan menjaga koordinasi erat, baik secara militer maupun politik, sejak konflik dimulai.
Di sisi lain, UEA menjadi salah satu negara yang terdampak paling besar dalam eskalasi tersebut. Otoritas setempat mencatat ratusan rudal dan ribuan drone diluncurkan ke wilayahnya sejak awal perang, meski sebagian besar berhasil dicegat.
Hingga laporan ini dipublikasikan, pemerintah Israel dan UEA belum memberikan pernyataan resmi terkait detail pengerahan, termasuk lokasi penempatan maupun durasi operasional personel militer Israel di negara tersebut.
Langkah ini dinilai mencerminkan peningkatan kerja sama keamanan antara Israel dan negara-negara Teluk di tengah dinamika konflik kawasan yang terus berkembang. *

