SLEMAN, CS – Gunung Merapi di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik dalam beberapa hari terakhir.
Gunung api aktif tersebut tercatat mengalami beberapa kali lontaran lava pijar dan guguran awan panas dengan jarak luncur mencapai beberapa kilometer, Sabtu (25/4/2026) malam.
Berdasarkan data Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melalui laman magma.esdm.go.id, Merapi menyemburkan lava pijar sebanyak empat kali dengan jarak luncur hingga 2 kilometer ke arah Sungai Sat dan Sungai Putih. Selain itu, juga terjadi satu kali awan panas guguran dengan jarak luncur sekitar 1,5 kilometer.
Pada hari yang sama, tercatat pula 44 kali gempa guguran, 18 kali gempa hybrid, serta satu kali gempa vulkanik dangkal yang terekam oleh alat pemantauan.
Aktivitas tersebut melanjutkan pola peningkatan yang telah terjadi sejak beberapa hari sebelumnya. Pada Jumat (25/4/2026), tercatat 16 kali semburan lava pijar ke arah Sungai Krasak dengan jarak luncur maksimum 2 kilometer, disertai 33 kali gempa guguran dan 12 kali gempa hybrid.
Sehari sebelumnya, Kamis (23/4/2026), terjadi 16 kali semburan lava pijar dengan jarak luncur hingga 2 kilometer, serta 40 kali gempa guguran dan 22 kali gempa hybrid. Sementara pada Rabu (22/4/2026), tercatat sembilan kali lava pijar mengarah ke Sungai Sat dan Sungai Putih dengan jarak luncur sekitar 1,8 kilometer.
Pada Selasa (21/4/2026), BPPTKG mencatat 13 kali guguran lava ke arah barat daya yang meliputi Kali Sat, Kali Putih, Kali Bebeng, Kali Krasak, dan Kali Boyong dengan jarak luncur maksimum 1.800 meter. Dalam pengamatan enam jam pada hari yang sama, juga terjadi 18 kali guguran lava menuju Kali Krasak.
BPPTKG menyebut aktivitas tinggi tersebut berkaitan dengan pertumbuhan kubah lava di puncak Gunung Merapi yang masih berlangsung. Hasil pemantauan drone pada 27 Maret 2026 menunjukkan kubah lava bagian barat daya mengalami penambahan volume sekitar 34.600 meter kubik, sehingga kini mencapai 4.055.300 meter kubik. Sementara kubah tengah terpantau stabil di angka 2.368.800 meter kubik.
Hingga saat ini, status Gunung Merapi masih berada pada Level III atau Siaga. BPPTKG menetapkan radius bahaya di sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong hingga 5 kilometer, serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng hingga 7 kilometer. Untuk sektor tenggara, radius bahaya ditetapkan di Sungai Woro hingga 3 kilometer.
Masyarakat di sekitar aliran sungai yang berhulu di Merapi diimbau tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya lahar dingin, terutama saat terjadi hujan di kawasan puncak gunung. *

