PALU, CS – Membludaknya jumlah pasien di rumah sakit rujukan (Undata) menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), di tengah tingginya animo masyarakat memanfaatkan program BERANI Sehat.

Wakil Gubernur Sulteng, Reny A. Lamadjido, menilai penguatan layanan kesehatan primer melalui puskesmas dan klinik menjadi langkah penting untuk mengurangi kepadatan pasien di rumah sakit.

Hal itu disampaikan saat membuka kegiatan Smart Primary Care Expo and Symposium di Hotel Gransya, Kamis (21/5/2026).

Menurut Reny, sebagian besar pasien masih memilih langsung berobat ke rumah sakit, padahal banyak kasus kesehatan dapat ditangani terlebih dahulu di fasilitas pelayanan primer.

“Tujuh puluh persen pelayanan langsung di rumah sakit. Padahal pasien sebenarnya bisa ditangani dulu di primer sebelum dirujuk,” ujarnya.

Ia menegaskan, klinik dan puskesmas harus menjadi garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat di era program BERANI Sehat. Dengan penguatan layanan primer, rumah sakit dapat lebih fokus menangani pasien rujukan dan kasus yang membutuhkan penanganan lanjutan.

“Selesaikan dulu di primer supaya rumah sakit tidak penuh,” kata Reny.

Program BERANI Sehat sendiri merupakan kebijakan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah untuk memberikan layanan kesehatan gratis bagi warga ber-KTP Sulawesi Tengah.

Sepanjang 2025, program tersebut disebut telah dimanfaatkan lebih dari 173 ribu warga. Program ini dinilai membantu masyarakat yang belum terdaftar BPJS Kesehatan, kepesertaannya nonaktif akibat tunggakan iuran, maupun penerima bantuan iuran (PBI) yang dicabut.

Tingginya penggunaan layanan kesehatan melalui program itu turut berdampak pada meningkatnya jumlah pasien di rumah sakit rujukan provinsi, termasuk RS Undata.

Karena itu, Reny berharap kegiatan yang digagas Asosiasi Klinik Indonesia Sulawesi Tengah tersebut dapat melahirkan strategi peningkatan mutu layanan kesehatan primer sekaligus memperkuat kapasitas tenaga kesehatan di daerah.

Pemerintah Provinsi Sulteng juga berencana menjalin nota kesepahaman bersama klinik dan BPJS Kesehatan guna memperkuat implementasi BERANI Sehat di tingkat pelayanan primer.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua ASKLIN Pusat Eddi Junaidi, Ketua ASKLIN Sulteng Muhammad Akbar, kepala dinas kesehatan, direktur rumah sakit, kepala puskesmas, serta organisasi profesi kesehatan lainnya. *