MOROWALI,CS – Peningkatan jam operasional listrik di wilayah kepulauan Kecamatan Bungku Selatan dinilai menjadi langkah awal menuju pemerataan pelayanan dasar di Kabupaten Morowali.

Tim Kerja Iksan Bersama Rakyat (IBR) mendorong pemerintah daerah bersama pihak terkait melanjutkan upaya tersebut hingga layanan listrik di kawasan pulau dapat beroperasi selama 24 jam seperti wilayah daratan.

Dorongan itu disampaikan Ketua Tim Kerja IBR, Asfar SE, menyusul peresmian peningkatan jam operasional Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Kecamatan Bungku Selatan oleh Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf, di Pulau Paku, Selasa (26/5/2026).

Asfar mengatakan, ketersediaan listrik bagi masyarakat kepulauan tidak semata menyangkut kebutuhan rumah tangga, tetapi berkaitan langsung dengan akses pendidikan, layanan kesehatan, dan aktivitas pelayanan publik lainnya.

Menurut dia, meningkatnya kebutuhan energi di tengah masyarakat menuntut adanya kebijakan yang lebih progresif agar wilayah kepulauan memperoleh pelayanan kelistrikan yang setara dengan kawasan daratan.

“Pelayanan listrik di wilayah kepulauan merupakan kebutuhan mendasar masyarakat. Karena itu kami berharap pemerintah daerah terus memperjuangkan agar layanan listrik dapat terpenuhi selama 24 jam,” kata Asfar.

Ia menjelaskan, peningkatan operasional PLTD di Bungku Selatan telah membawa perubahan bagi masyarakat setempat. Jika sebelumnya aliran listrik hanya tersedia selama 12 jam, kini masyarakat dapat menikmati layanan hingga 18 jam per hari.

Asfar menilai kebijakan tersebut memiliki dampak lebih luas dibanding sekadar penerangan rumah warga.

Menurutnya, bertambahnya jam operasional listrik diyakini dapat mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir dan kepulauan, termasuk aktivitas usaha kecil serta produktivitas warga.

Selain itu, lanjut dia, langkah tersebut mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam memenuhi kebutuhan kelistrikan secara merata di Morowali, termasuk kawasan kepulauan yang selama ini menghadapi keterbatasan layanan.

“Peningkatan pengoperasian listrik di Bungku Selatan menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk menjawab kebutuhan dasar masyarakat,” ujarnya.

IBR berharap pemerintah daerah dapat memperkuat kerja sama dengan pihak terkait agar layanan listrik 24 jam di wilayah kepulauan dapat segera diwujudkan, sehingga pelayanan pendidikan, kesehatan, dan fasilitas umum dapat berjalan lebih optimal serta kesenjangan layanan antara pulau dan daratan semakin berkurang.

Reporter: Murad