LONDON, CS – Pelatih Arsenal, Mikel Arteta, mengaku sulit menerima kekalahan timnya dari Paris Saint-Germain pada final Liga Champions 2025/2026.
Meski demikian, ia tetap menyampaikan kebanggaannya terhadap perjuangan para pemain yang berhasil membawa Arsenal kembali ke partai puncak kompetisi elite Eropa setelah penantian selama dua dekade.
Arteta mengatakan rasa sakit akibat kekalahan melalui adu penalti di Puskas Arena, Budapest, menjadi hal yang tidak mudah diterima karena Arsenal hanya berjarak beberapa tendangan dari gelar Liga Champions pertama dalam sejarah klub.
“Ketika Anda begitu dekat dan hanya terpaut beberapa tendangan penalti dari menjuarai kompetisi klub terbesar di dunia, itulah yang Anda rasakan,” ujar Arteta seusai pertandingan.
Menurutnya, Arsenal tampil konsisten sepanjang turnamen dan berhasil mencapai final untuk pertama kalinya sejak 2006. Karena itu, kekalahan di laga penentuan menjadi pukulan besar bagi seluruh tim.
Meski kecewa, Arteta menilai para pemain telah menunjukkan karakter dan dedikasi luar biasa sepanjang musim. Ia menyebut pencapaian menembus final merupakan langkah penting dalam perkembangan Arsenal sebagai tim yang kembali bersaing di level tertinggi Eropa.
“Saya sangat bangga pada mereka. Dalam situasi yang telah kami lalui musim ini, mereka memberi banyak kebahagiaan kepada klub dan para pendukung,” katanya.
Arteta juga menyebut dirinya merasa terhormat dapat melatih skuad saat ini. Ia menilai para pemain telah menunjukkan komitmen tinggi dalam membela klub dan berkontribusi terhadap kebangkitan Arsenal dalam beberapa musim terakhir.
Di sisi lain, pelatih asal Spanyol itu memberikan apresiasi kepada PSG yang berhasil mempertahankan gelar Liga Champions. Menurutnya, tim asuhan Luis Enrique tersebut layak disebut sebagai tim terbaik di dunia saat ini.
Kekalahan di Budapest juga memunculkan evaluasi terkait langkah Arsenal pada musim depan. Arteta menegaskan klub harus bergerak cepat dan cerdas di bursa transfer jika ingin kembali bersaing memperebutkan gelar-gelar utama.
“Kami harus menunjukkan ambisi karena kami mampu melakukannya. Namun, itu menuntut kami untuk bergerak sangat cepat, sangat ambisius, dan sangat cerdas,” ujarnya.
Meski gagal mengakhiri penantian panjang untuk meraih trofi Liga Champions pertama, Arteta menilai perjalanan Arsenal hingga final menjadi fondasi penting bagi masa depan klub.
Ia menegaskan timnya harus menjadikan kekecewaan tersebut sebagai motivasi untuk kembali bersaing dan meraih hasil lebih baik pada musim mendatang. *


