PALU, CS – Sebanyak 42 gempa susulan tercatat terjadi setelah gempa bumi berkekuatan Magnitudo 6,7 mengguncang wilayah Sulawesi Tengah pada Selasa (16/6/2026) pukul 10.27 WITA.
Guncangan yang berpusat di darat sekitar 42 kilometer tenggara Kota Palu itu menyebabkan kerusakan bangunan dan infrastruktur di Kota Palu, Kabupaten Sigi, Parigi Moutong, dan Kabupaten Poso.
Data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) hingga pukul 13.38 WITA menunjukkan aktivitas gempa susulan masih terus berlangsung. Dari total 42 gempa susulan yang tercatat, satu gempa memiliki kekuatan magnitudo 5, sepuluh gempa berkekuatan magnitudo 4, sementara sisanya berada pada kisaran magnitudo 2 hingga 3.
Tim Reaksi Cepat (TRC) dan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Provinsi Sulawesi Tengah melaporkan dampak gempa telah menyebabkan kerusakan di sejumlah wilayah terdampak.
Di Kota Palu, keretakan terjadi pada Jembatan III Palu yang menjadi salah satu akses penghubung utama dalam kota. Selain itu, beberapa bangunan dilaporkan roboh akibat kuatnya guncangan gempa.
Kerusakan juga dilaporkan terjadi di Kabupaten Sigi. Sejumlah bangunan mengalami kerusakan hingga roboh, sementara longsor terjadi di kawasan Gunung Kamarora. Dampak lainnya berupa terputusnya saluran air di beberapa lokasi.
Di Kabupaten Parigi Moutong, sejumlah bangunan warga dilaporkan mengalami kerusakan dan masih dalam proses pendataan oleh petugas BPBD setempat.
Sementara itu, di Kabupaten Poso, beberapa bangunan mengalami kerusakan dan akses jalan di wilayah Napu dilaporkan terdampak sehingga mengganggu mobilitas masyarakat.
Berdasarkan analisis BMKG, gempa utama memiliki episenter pada koordinat 1,03 Lintang Selatan dan 120,24 Bujur Timur dengan kedalaman 10 kilometer. Guncangan dirasakan kuat di sejumlah wilayah Sulawesi Tengah, termasuk Kota Palu, Sigi, Parigi Moutong dan Poso.
Hingga laporan terakhir diterima, data terkait jumlah korban jiwa maupun pengungsi masih dalam proses pendataan oleh tim gabungan di lapangan. BPBD bersama pemerintah daerah terus melakukan asesmen untuk mengetahui tingkat kerusakan dan kebutuhan penanganan pascabencana.
Meski kondisi umum dilaporkan aman dan kondusif, masyarakat diimbau tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gempa susulan. Warga juga diminta mengikuti informasi resmi dari BMKG dan BPBD serta menghindari bangunan yang mengalami kerusakan hingga dinyatakan aman oleh petugas berwenang. *


