PARIMO, CS – Banjir yang melanda tiga desa di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, Sabtu (20/6/2026) malam, memaksa ratusan warga mengungsi setelah rumah mereka terendam air akibat meluapnya sejumlah sungai.

Bencana yang terjadi usai hujan lebat sekitar pukul 23.00 Wita itu berdampak pada sedikitnya 145 kepala keluarga (KK) di wilayah terdampak.

Di Desa Pombalowo, Kecamatan Parigi, sebanyak 25 KK atau sekitar 110 jiwa terdampak banjir. Dari jumlah tersebut, sekitar 100 jiwa terpaksa mengungsi ke rumah ibadah yang dijadikan lokasi penampungan sementara.

Pengungsi terdiri dari kelompok rentan, di antaranya 14 bayi dan balita, 11 lanjut usia, serta dua ibu hamil yang ikut dievakuasi bersama warga lainnya.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Parigi Moutong, Moh Rivai, mengatakan banjir terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan sejumlah sungai meluap dan menggenangi permukiman warga.

“Hujan lebat mengguyur pada pukul 23.00 Wita mengakibatkan sejumlah sungai meluap dan menggenangi permukiman warga,” kata Rivai, Minggu (21/6/2026).

Selain Desa Pombalowo, banjir juga berdampak di Desa Masari, Kecamatan Parigi, dengan 70 KK terdampak. Dari jumlah tersebut, 10 KK mengungsi, sementara dua rumah dilaporkan mengalami kerusakan ringan.

Sekitar 70 hektare sawah dan dua kebun di desa tersebut juga ikut terendam banjir.

Di Desa Dolago Padang, Kecamatan Parigi Selatan, sebanyak 50 KK terdampak dan sekitar 100 hektare sawah terendam air.

BPBD Parigi Moutong juga masih melakukan pendataan di Desa Lebagu, Kecamatan Balinggi, untuk memastikan total dampak banjir di wilayah tersebut.

Sejumlah pengungsi di Desa Pombalowo mulai membersihkan rumah mereka setelah genangan air berangsur surut pada Minggu siang. Namun, sebagian warga masih bertahan di lokasi pengungsian karena kondisi rumah belum sepenuhnya aman untuk ditempati.

BPBD memastikan bantuan darurat berupa perlengkapan tidur dan kebutuhan bayi telah disalurkan ke lokasi pengungsian untuk memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak.

“Mitigasi bencana sangat penting menghadapi situasi seperti ini. Kami mengimbau masyarakat tetap tenang dan waspada,” ujar Rivai.

Hingga Minggu siang, genangan air dilaporkan mulai surut di sebagian besar wilayah terdampak. Namun, proses pendataan dan penanganan darurat masih terus dilakukan oleh petugas di lapangan. *