PALU, CS – Ratusan warga menggelar deklarasi penolakan terhadap Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) di Lapangan Vatulemo, Kota Palu, Kamis (25/6/2026) malam.

Aksi tersebut didominasi oleh kalangan generasi muda yang menyampaikan aspirasi mereka di ruang terbuka.

Inisiator kampanye, Muammar Khadafi, mengatakan kegiatan itu digelar sebagai respons atas informasi yang menurut mereka menunjukkan semakin maraknya isu terkait LGBT di Kota Palu.

Ia menyebut aksi tersebut merupakan bentuk penyampaian aspirasi masyarakat yang berpandangan bahwa perilaku LGBT tidak sejalan dengan ajaran agama yang mereka anut.

“Karena itu kami sepakat menyampaikan sikap melalui kampanye terbuka sebagai bentuk penolakan terhadap LGBT,” ujarnya.

Muammar juga menyatakan bahwa fenomena tersebut, menurut pandangannya, tidak hanya terjadi di Kota Palu, tetapi juga mulai muncul di sejumlah daerah di Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng).

Dalam kesempatan yang sama, Jumardan, yang mengaku pernah dikenal dengan nama “Minten”, turut menyampaikan pengalamannya di hadapan peserta deklarasi. Ia mengatakan kini memilih kembali menggunakan identitas yang diberikan sejak lahir.

“Kalau ada yang kenal saya dengan nama Minten, hapus nama itu dari kontak kalian. Sebab saya dilahirkan dengan nama Jumardan. Mulai akta lahir, ijazah hingga batu nisan, itu nama saya,” katanya.

Deklarasi berlangsung dengan penyampaian orasi dan pernyataan sikap dari para peserta. Mereka berharap aspirasi yang disampaikan dapat menjadi perhatian berbagai pihak di Kota Palu. *