DONGGALA, CS – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Tadulako (Untad) menggelar pendampingan kemasan produk pertanian yang dirangkaikan dengan Ekspo UMKM di Kecamatan Balaesang, Kabupaten Donggala, Senin (3/8/2026).

Program ini bertujuan meningkatkan daya saing produk lokal sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi desa.

Kegiatan yang diinisiasi melalui Pusat Pengabdian kepada Masyarakat dan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Untad itu dibuka secara resmi oleh Camat Balaesang.

Kepala Pusat Pengabdian Masyarakat dan KKN Untad, Dr. Adrianton, mengatakan kemasan yang menarik menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan nilai jual produk pertanian dan olahan masyarakat.

“Produk olahan yang dikemas baik akan mempercantik penampilan dan bertahan lebih lama di pasaran. Saya sangat mengapresiasi kolaborasi erat antara tim KKN Untad serta UGM dengan pelaku usaha desa,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala LPPM Untad, Dr. Lukman, menegaskan kegiatan pengabdian masyarakat harus memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat, termasuk melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN).

“Di Untad sekarang kami terus berupaya agar kegiatan pengabdian masyarakat memberi dampak dan dapat dilanjutkan masyarakat setelah program KKN berakhir,” katanya.

Menurut Lukman, inovasi kemasan tidak hanya meningkatkan tampilan produk, tetapi juga mampu memperkuat persepsi kualitas sehingga memiliki daya saing yang lebih tinggi di pasar.

“Sebuah produk yang dikemas secara menarik akan memiliki nilai jual lebih tinggi dibandingkan produk dengan kemasan yang sederhana,” tambahnya.

Sebagai bagian dari program tersebut, LPPM Untad menerjunkan 70 mahasiswa KKN di 10 desa di Kecamatan Balaesang, untuk mendampingi pelaku UMKM dalam menerapkan teknologi pengemasan modern.

Camat Balaesang, Asrun Kalam Djalaba menyampaikan apresiasi atas program yang dinilai mampu mendorong pengembangan ekonomi masyarakat desa.

“Kami sangat berterima kasih atas program peningkatan kemandirian ekonomi desa melalui penguatan UMKM yang dilaksanakan LPPM Untad,” katanya.

Ia menambahkan pemerintah kecamatan akan mendorong pemerintah desa menjadikan pengemasan produk sebagai unit usaha Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), sehingga produk lokal berpeluang masuk ke jaringan ritel modern setelah memenuhi standar kemasan dan mengantongi sertifikat halal.

Dalam program ini, Halal Center Untad juga memberikan pendampingan proses sertifikasi halal bagi produk UMKM yang telah memenuhi persyaratan. Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat, program tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya saing produk pertanian lokal sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi desa di Kecamatan Balaesang.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala LPPM Untad Dr. Lukman, Kepala Pusat Pengabdian Masyarakat dan KKN Untad, Dr. Adrianton, Sekretaris LPPM Untad Dr. Ir. Syamsul Arifin, Kepala Halal Center Untad, Budi, para kepala desa, serta pelaku UMKM dari berbagai desa di Kecamatan Balaesang. *