JAKARTA, CS – Tekanan berada di pundak Timnas Indonesia menjelang laga terakhir Grup A Piala AFF 2026. Kekalahan telak 0-3 dari Vietnam membuat jalan menuju semifinal kini hanya menyisakan satu skenario: mengalahkan Singapura.

Di tengah situasi tersebut, pelatih John Herdman mulai membuka kemungkinan melakukan perubahan pada susunan pemain. Namun, perubahan yang dimaksud bukanlah respons emosional atas hasil buruk pada laga sebelumnya.

Bagi Herdman, keputusan menentukan starter justru lebih bergantung pada siapa yang paling siap secara fisik maupun mental setelah menjalani jadwal pertandingan yang padat sepanjang fase grup.

“Kami masih memiliki satu sesi latihan lagi sebelum pertandingan. Setelah itu kami akan menentukan siapa yang benar-benar siap bermain,” kata Herdman.

Pernyataan tersebut mengindikasikan bahwa persaingan di dalam skuad Garuda masih terbuka. Seluruh pemain memiliki peluang yang sama untuk mengamankan tempat di starting XI, asalkan mampu menunjukkan kondisi terbaik dalam latihan terakhir.

Pendekatan itu juga menunjukkan Herdman tidak ingin mengambil keputusan berdasarkan satu hasil pertandingan semata. Kekalahan dari Vietnam memang menjadi evaluasi penting, tetapi bukan alasan untuk merombak tim secara besar-besaran.

Sebaliknya, pelatih asal Kanada itu lebih memilih melihat kebutuhan pertandingan melawan Singapura secara spesifik. Faktor kebugaran, intensitas permainan, hingga kemampuan menjalankan instruksi taktik menjadi aspek yang akan dipertimbangkan sebelum menentukan sebelas pemain pertama.

Keputusan tersebut menjadi krusial mengingat Indonesia memasuki pertandingan dengan beban yang tidak ringan. Tidak ada lagi ruang untuk kehilangan poin. Hasil imbang apalagi kekalahan akan memastikan langkah Skuad Garuda terhenti di fase grup, sementara kemenangan akan mengantarkan Indonesia melaju ke babak semifinal.

Dalam situasi seperti ini, rotasi pemain bukan sekadar soal mengganti wajah di lapangan. Herdman harus menemukan keseimbangan antara menjaga struktur permainan, menghadirkan energi baru, sekaligus memastikan tim mampu tampil agresif sejak menit pertama.

Laga melawan Singapura pun diperkirakan akan berlangsung dengan tempo tinggi. Indonesia dituntut tampil efektif, meminimalkan kesalahan, dan memanfaatkan setiap peluang yang tercipta. Karena itu, siapa pun yang dipercaya turun sejak awal bukan hanya harus memiliki kualitas, tetapi juga berada dalam kondisi terbaik untuk menjawab tekanan pertandingan.

Kini, seluruh perhatian tertuju pada sesi latihan terakhir Timnas Indonesia. Di sanalah Herdman akan mengambil keputusan yang bisa menentukan nasib Skuad Garuda di Piala AFF 2026, tetap bertahan dalam perburuan gelar atau mengakhiri perjalanan lebih cepat dari yang diharapkan.*