JAKARTA, CS – Pemerintah Indonesia resmi menambah kucuran dana untuk persiapan atlet yang akan bertanding di Asian Games 2026 Aichi-Nagoya, Jepang. Langkah strategis ini mengatrol total anggaran Kontingen Garuda menjadi Rp 283 miliar demi mematangkan persiapan sekitar 40 hari menjelang ajang bergengsi tersebut.

Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menyampaikan bahwa suntikan dana segar senilai Rp 95 miliar ini menjadi bukti nyata dukungan pemerintah terhadap prestasi olahraga nasional. Penambahan ini membuat alokasi awal pelatnas yang semula Rp 127 miliar meningkat drastis guna menyokong kebutuhan latihan para atlet.

Dari total alokasi Rp 283 miliar tersebut, dana sebesar Rp 222 miliar difokuskan secara khusus untuk membiayai program pemusatan latihan nasional (pelatnas). Sementara itu, sisa anggaran sebanyak Rp 61 miliar disiapkan untuk membiayai keberangkatan serta operasional tim Indonesia selama berada di Negeri Sakura.

Transparansi Anggaran dan Kepercayaan Pemerintah

Menpora menegaskan bahwa peningkatan anggaran ini berhasil diwujudkan berkat transparansi pengelolaan serta dukungan penuh dari Presiden Prabowo Subianto dan Komisi X DPR RI. Kepercayaan besar tersebut diharapkan mampu dibayar tuntas oleh para atlet melalui raihan prestasi tertinggi di arena pertandingan.

“Alhamdulillah untuk pelatnas Asian Games 2026, dengan jerih payah, saya terima kasih Pak Sesmenpora, seluruh jajaran di Kemenpora, Komisi X, dan tentu kami-kami bekerja keras untuk meyakinkan bahwa ini tidak ada hal-hal yang ditakuti bahwa pelatnas ini bisa disalahgunakan anggarannya. Berita bagusnya kita ditambahkan Rp 95 miliar,” ujar Erick Thohir di Kantor Kemenpora, Jakarta Pusat.

Tumpuan Medali Emas Indonesia

Dengan dukungan dana yang makin solid, pemerintah menetapkan target realistis berupa empat medali emas. Sejumlah cabang olahraga andalan seperti bulu tangkis, angkat besi, dan panjat tebing menjadi tumpuan utama Indonesia untuk merebut podium tertinggi.

“Empat targetnya, ya ada dari bulu tangkis, dari angkat besi, panjat tebing, dan mungkin cabang-cabang olahraga lainnya yang potensinya perak siapa tahu kepleset jadi emas. Karena kami pemerintah sudah bekerja ekstra keras memastikan tadi kesiapan anggaran yang selama ini menjadi kendala,” lanjut Erick.

Pemerintah berharap seluruh federasi cabang olahraga dan para atlet memanfaatkan sisa waktu pemusatan latihan secara maksimal. Fokus utama kini tertuju pada pematangan fisik serta mental bertanding agar target empat medali emas dapat terwujud sepenuhnya.*