PONOROGO, CS – Prabowo Subianto memaparkan serangkaian hasil nyata yang telah diraih sepanjang dua tahun masa kepemimpinannya. Berbagai program strategis mulai dari ketahanan pangan hingga kemandirian energi diklaim menjadi pijakan kokoh menuju Indonesia yang lebih mandiri.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor di Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu (19/9). Di hadapan para santri dan tamu undangan, ia menekankan pentingnya respons cepat pemerintah dalam menangani kebutuhan esensial masyarakat.

“Kita telah buktikan kepada bangsa Indonesia, kita telah mencapai keberhasilan-keberhasilan yang nyata, yang beruntung dan menguntungkan bangsa dan rakyat Indonesia,” ujar Prabowo.

Prabowo menegaskan bahwa pemerintah tidak boleh menunda penanganan masalah mendasar. Menurutnya, rakyat yang membutuhkan bantuan tidak bisa menunggu waktu lebih lama.

“Rakyat yang lapar tidak bisa menunggu. Petani yang butuh pupuk tidak bisa menunggu,” tegasnya.

Sektor perikanan juga menjadi fokus perhatian pemerintah ke depan. Prabowo mengungkapkan rencana besar untuk memperkuat armada perikanan nasional guna mendongkrak kesejahteraan para nelayan.

“Sekarang kita akan bekerja. Mulai tahun depan kita bangun ribuan kapal-kapal nelayan untuk nelayan-nelayan kita,” lanjut Prabowo.

Dalam hal pemenuhan kebutuhan pokok, Probowo mengklaim Indonesia kini telah berhasil mencapai swasembada pangan. Cadangan pangan nasional dinilai siap menghadapi ancaman perubahan iklim maupun cuaca ekstrem.

“Alhamdulillah, swasembada pangan sudah. Cadangan pangan kita cukup. Langkah-langkah kita sudah mengantisipasi cuaca yang tidak baik, El Nino, kekeringan. Kita siap,” katanya.

Keberhasilan di sektor pangan diimbangi pula dengan kemajuan di bidang energi. Sejak 1 Juli lalu, Indonesia tercatat sudah menghentikan impor solar dari luar negeri dan berhasil mencapai swasembada untuk komoditas tersebut.

Menutup arahannya, Presiden mengajak seluruh elemen masyarakat optimis memandang masa depan pembangunan nasional. Ia optimistis Indonesia mampu berdiri di atas kaki sendiri tanpa ketergantungan pada negara lain.

“Percaya, masa depan Indonesia baik. Masa depan Indonesia cerah. Kita tidak mau menjadi budak bangsa lain. Kita akan menjadi bangsa yang hebat. Kita akan berdiri di atas kaki kita sendiri,” pungkasnya.