SIGI, CS – Penguatan sistem kelistrikan melalui tambahan kapasitas 20 Megawatt (MW) di PLTD Sidera menjadi salah satu langkah Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) dalam memperkuat pasokan listrik sekaligus mendukung target seluruh desa di daerah itu teraliri listrik pada 2028.
Gubernur Sulteng, H. Anwar Hafid, menyampaikan hal tersebut saat meresmikan penguatan Sistem Interkoneksi Sulawesi jalur Sidera-Palu di Kabupaten Sigi, Sabtu (17/10/2026).
Anwar mengatakan, target pemerataan listrik hingga ke pelosok daerah menjadi dasar pelaksanaan program Berani Menyala.
Program tersebut ditujukan untuk mempercepat elektrifikasi desa-desa yang selama ini belum menikmati layanan listrik.
Ia menjelaskan, jumlah desa yang belum teraliri listrik pada awal 2025 tercatat sebanyak 89 desa. Melalui upaya percepatan elektrifikasi selama dua tahun terakhir, jumlah tersebut terus berkurang, dengan 33 desa kini menjadi sasaran program lanjutan.
“Target kita, pada 2028 seluruh desa di Sulawesi Tengah sudah berlistrik. Itulah yang melatarbelakangi lahirnya program Berani Menyala. Kita ingin masyarakat di desa-desa yang selama ini belum menikmati listrik juga merasakan manfaat pembangunan,” ujar Anwar.
Menurutnya, pemerataan akses listrik bukan sekadar menghadirkan penerangan, tetapi juga membuka peluang bagi peningkatan aktivitas ekonomi, pendidikan, dan kualitas hidup masyarakat.
Anwar juga mengapresiasi dukungan pemerintah pusat dan PT PLN (Persero) dalam memperkuat jaringan kelistrikan di Sulawesi Tengah. Ia menyebut pembangunan jaringan listrik desa tersebut mendapat dukungan tanpa menggunakan anggaran pemerintah daerah.
“Program ini tidak menggunakan anggaran pemerintah daerah untuk pembangunan jaringan listrik desanya. Kita bersyukur pemerintah pusat dan PLN membantu, sehingga upaya menerangi desa-desa yang belum berlistrik bisa terus berjalan,” jelasnya.
Selain menyasar desa yang belum memiliki akses listrik, Pemprov Sulteng juga memberikan bantuan penyambungan listrik bagi rumah tangga di desa berlistrik yang belum memiliki meteran atau sambungan listrik sendiri.
Anwar menyebut, pada tahun sebelumnya bantuan penyambungan listrik telah menjangkau 1.017 rumah tangga. Program tersebut direncanakan berlanjut pada 2027 agar semakin banyak keluarga dapat menikmati sambungan listrik secara mandiri dan legal.
Sementara itu, PLN menjelaskan bahwa penguatan sistem interkoneksi Sidera–Palu merupakan bagian dari proyek berkapasitas total 50 MW yang dibangun melalui empat tahap.
Cluster 1 dan Cluster 2 masing-masing memiliki kapasitas 10 MW, sedangkan Cluster 3 dan Cluster 4 masing-masing berkapasitas 15 MW. Dua tahap pertama telah dimulai pada 17 September 2026, sementara dua tahap berikutnya dijadwalkan mulai pada November 2026.
Penguatan sistem tersebut diharapkan meningkatkan keandalan pasokan listrik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi dan pembangunan daerah.
Peresmian itu turut dihadiri Bupati Sigi, Mohamad Rizal Intjenae, Direktur Manajemen Pembangkit PT PLN (Persero), Rizal Calvary Marimbo, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, jajaran PLN, serta masyarakat setempat. *


