PALU, CS – Kabupaten Banggai mencatat capaian tertinggi dalam pelaksanaan Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) di Sulawesi Tengah (Sulteng) hingga Mei 2026.

Data Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN menunjukkan daerah tersebut berhasil mencapai 77,39 persen dari target program yang bertujuan memperkuat peran ayah dalam pengasuhan dan pembangunan keluarga.

Capaian tersebut menempatkan Banggai sebagai kabupaten dengan kinerja terbaik di Sulteng dalam implementasi GATI periode Januari-Mei 2026. Posisi berikutnya ditempati Kabupaten Banggai Kepulauan dengan capaian 70,32 persen dan Kabupaten Morowali Utara sebesar 65,84 persen.

Data tersebut dipaparkan dalam kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Capaian GATI dan ELSIMIL CATIN yang digelar Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan Sulteng, dan diterima media ini, Sabtu (30/5/2026) malam.

Sekretaris Perwakilan BKKBN Sulteng, Irmawati, mengatakan GATI menjadi salah satu program prioritas nasional yang terus diperkuat setelah transformasi kelembagaan menjadi Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga.

Program ini difokuskan pada peningkatan keterlibatan ayah dalam kehidupan keluarga, mulai dari pengasuhan anak hingga pembentukan lingkungan keluarga yang sehat dan berkualitas.

Menurutnya, penguatan peran ayah masih menjadi agenda penting mengingat fenomena fatherless atau minimnya keterlibatan figur ayah dalam keluarga masih ditemukan di berbagai daerah, termasuk Sulteng. Berdasarkan data yang dimiliki BKKBN, satu dari empat keluarga di daerah ini mengalami kondisi tersebut.

Pada 2026, Sulteng ditargetkan menjangkau 40.324 ayah dan calon ayah melalui program GATI. Karena itu, pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan didorong untuk meningkatkan kolaborasi guna memperluas jangkauan program.

Selain mencatat daerah dengan capaian tertinggi, evaluasi juga menunjukkan masih adanya sejumlah wilayah yang perlu memperkuat implementasi program. Kabupaten Parigi Moutong tercatat mencapai 17,88 persen, Kabupaten Poso 13,86 persen, sedangkan Kabupaten Banggai Laut berada di posisi terbawah dengan capaian 6,53 persen.

Dalam kesempatan yang sama, BKKBN Sulteng juga mengevaluasi pelaksanaan aplikasi Elektronik Siap Nikah dan Hamil (ELSIMIL) bagi calon pengantin. Hingga Mei 2026, tercatat sebanyak 2.721 calon pengantin telah terdata melalui program tersebut.

ELSIMIL merupakan salah satu instrumen yang digunakan pemerintah untuk mendukung percepatan penurunan stunting melalui pemeriksaan kesehatan dan pendampingan calon pengantin sebelum memasuki kehidupan berkeluarga.

BKKBN menilai optimalisasi pendataan dan pendampingan calon pengantin melalui ELSIMIL memerlukan sinergi yang lebih kuat antara penyuluh keluarga berencana dan Kantor Urusan Agama (KUA), sehingga upaya pencegahan stunting dapat dilakukan sejak tahap paling awal.

Melalui evaluasi berkala tersebut, BKKBN berharap seluruh kabupaten dan kota di Sulteng dapat meningkatkan capaian program serta memperkuat peran keluarga sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas. *