JAKARTA, CS – Pemerintah Indonesia menyatakan proses negosiasi restrukturisasi utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Whoosh) dengan China telah selesai dan tinggal menunggu pengumuman resmi.
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan keputusan hasil negosiasi tersebut telah disepakati dan dikomunikasikan langsung kepada pemerintah China.
“Sudah kelar, tinggal diumumkan,” ujarnya di sela Simposium PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) 2026 di Jakarta, Rabu (22/4).
Menurut Purbaya, pemerintah Indonesia berkomitmen mematuhi seluruh perjanjian yang telah disepakati sehingga memberikan kepastian bagi pihak China. Namun, ia belum merinci skema pembayaran utang proyek senilai 7,3 miliar dolar AS tersebut.
Ia menyebutkan pengumuman resmi akan disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono.
“Saya tidak berhak menyampaikan sekarang. Yang jelas sudah diputuskan, tinggal menunggu waktu pengumuman,” katanya.
Sebelumnya, Chief Operating Officer Danantara, Dony Oskaria, menyebut proses restrukturisasi telah mencapai tahap final dan hanya menyisakan penandatanganan dokumen administratif.
Sejalan dengan hal tersebut, Purbaya kembali menegaskan komitmen pemerintah untuk tidak menambah pajak baru selama pertumbuhan ekonomi belum mencapai 6 persen.
Ia menilai kondisi pertumbuhan ekonomi saat ini belum cukup kuat untuk mendukung kebijakan kenaikan pajak yang signifikan. Pemerintah, kata dia, memilih fokus pada perbaikan administrasi perpajakan melalui sistem Coretax serta peningkatan kepatuhan wajib pajak.
Target penerimaan pajak pada 2026 ditetapkan sebesar Rp2.357,7 triliun. Hingga kuartal pertama 2026, realisasi penerimaan pajak tercatat Rp394,8 triliun atau tumbuh 20,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Peningkatan tersebut didorong antara lain oleh kenaikan penerimaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) sebesar 57,7 persen.
Pemerintah berharap kebijakan tanpa pajak baru dapat menjaga momentum pertumbuhan ekonomi sekaligus menyelesaikan kewajiban pembiayaan proyek infrastruktur strategis seperti kereta cepat Whoosh. *

