PALU, CS – Penggunaan gawai yang tidak terkontrol dinilai menjadi salah satu tantangan terbesar dalam pengasuhan anak di era digital. Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), Anwar Hafid, mengingatkan pentingnya peran orang tua mendampingi anak agar terhindar dari berbagai dampak negatif perkembangan teknologi.

Pesan itu disampaikan Anwar Hafid saat memimpin upacara peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tahun 2026 di halaman Kantor Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Tengah, Senin (30/6/2026).

Menurut gubernur, lemahnya pengasuhan dan minimnya interaksi dalam keluarga dapat memicu berbagai persoalan sosial yang melibatkan anak dan remaja, mulai dari perundungan, tawuran, hingga tindak kekerasan. Karena itu, orang tua diminta tidak menyerahkan sepenuhnya proses tumbuh kembang anak kepada teknologi.

Pada kesempatan tersebut, Anwar Hafid juga membacakan amanat Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN. Dalam amanat itu ditegaskan bahwa keluarga merupakan benteng pertama dalam menghadapi berbagai tantangan zaman, termasuk pesatnya perkembangan teknologi digital yang memengaruhi pola pengasuhan anak.

Menteri juga menekankan bahwa peringatan Hari Keluarga Nasional bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum memperkuat ketahanan keluarga sebagai fondasi pembangunan bangsa. Keluarga yang tangguh dinilai menjadi kunci lahirnya generasi yang sehat, berkarakter, dan mampu menghadapi tantangan masa depan.

Mengusung tema “Ayah Wajib Hadir”, Harganas tahun ini mengajak para ayah untuk mengambil peran lebih besar dalam pengasuhan anak. Kehadiran ayah tidak hanya diukur dari kemampuannya memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga, tetapi juga melalui kedekatan emosional, perhatian, pendampingan, dan keteladanan dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam amanat tersebut, Menteri turut menyoroti fenomena fatherless, yakni kondisi ketika sosok ayah hadir secara fisik, namun tidak terlibat dalam kehidupan emosional anak. Kondisi itu dinilai berpotensi memengaruhi pembentukan karakter, rasa percaya diri, hingga kesehatan mental anak.

Sejalan dengan amanat tersebut, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah terus memperkuat program pembangunan keluarga, termasuk percepatan penurunan stunting sebagai bagian dari upaya menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.

“Melalui dinas yang membidangi pemberdayaan keluarga dan perencanaan, kami terus memperkuat program percepatan penurunan stunting. Ini menjadi bagian yang sangat penting karena ibu hamil, ibu menyusui, dan balita merupakan pondasi utama yang harus mendapatkan perhatian,” ujar Anwar Hafid.

Gubernur mengajak seluruh keluarga di Sulawesi Tengah menjadikan rumah sebagai ruang utama membangun karakter anak melalui komunikasi yang hangat, pendampingan yang konsisten, serta keterlibatan aktif kedua orang tua dalam setiap tahap tumbuh kembang mereka.

Upacara Harganas ke-33 turut dihadiri Ketua TP-PKK Provinsi Sulteng, Sry Nirwanti Bahasoan, Sekretaris Daerah Provinsi Sulteng, Novalina, jajaran Pemerintah Provinsi Sulteng, Kepala Perwakilan BKKBN, Nuryamin, organisasi perempuan, penyuluh keluarga berencana, serta tamu undangan.*