MOROWALI,CS – PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale), bagian dari MIND ID, memulai pembangunan Fire Shelter permanen pertama, di Kecamatan Bungku Timur, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah (Sulteng).

Pembangunan fasilitas tersebut ditandai dengan Groundbreaking atau peletakan batu pertama di Desa Kolono, Kecamatan Bungku Timur, Kamis (25/9/2026).

Fire Shelter ini dibangun untuk mendekatkan layanan pemadam kebakaran sekaligus memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi kondisi darurat, khususnya risiko kebakaran.

Kecamatan Bungku Timur memiliki sekitar 15.560 jiwa yang tersebar di 10 desa. Namun, wilayah tersebut hingga kini belum memiliki pos pemadam kebakaran permanen.

Dukungan tanggap darurat terdekat masih berada di Kecamatan Bungku Tengah dengan estimasi waktu respons sekitar 55 hingga 70 menit.

Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan pembangunan Fire Shelter di Bungku Timur untuk mempercepat respons ketika terjadi kebakaran.

Groundbreaking pembangunan Fire Shelter tersebut dihadiri Bupati Morowali Iksan Baharudin Abdul Rauf, jajaran Pemerintah Kabupaten Morowali, Dinas Pemadam Kebakaran, Camat Bungku Timur, para kepala desa, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.

Head of Bahodopi Mine Project Expansion PT Vale Indonesia, Goenawan Kukuh, mengatakan pembangunan Fire Shelter merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung keselamatan masyarakat sekaligus memperkuat kapasitas daerah di wilayah operasional.

“Keberadaan Fire Shelter ini merupakan langkah strategis untuk mendekatkan layanan mitigasi dan penanganan kebakaran kepada masyarakat Bungku Timur. Kami berharap fasilitas ini dapat menjadi bagian dari upaya bersama dalam membangun lingkungan yang lebih aman, tangguh, dan siap menghadapi keadaan darurat,” ujarnya.

Menurut Kukuh, pembangunan fasilitas tersebut juga merupakan bagian dari implementasi komitmen PT Vale terhadap praktik Environmental, Social, and Governance (ESG) yang berkelanjutan.

Program itu, kata dia, sekaligus mendukung pelaksanaan amanat IUPK dan Rencana Induk Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (RI-PPM).

“Program ini sejalan dengan nilai-nilai CARES yang kami jalankan serta mendukung pilar Sosial dan Budaya dalam RKAB yang telah disetujui, khususnya pada aspek penguatan ketahanan masyarakat dan kesiapsiagaan bencana,” katanya.

Sementara itu, Bupati Morowali Iksan Baharudin Abdul Rauf mengapresiasi langkah PT Vale dalam mendukung penguatan sistem mitigasi kebakaran di wilayah Bungku Timur.

“Kami sangat mengapresiasi komitmen dan respons cepat PT Vale dalam mendukung upaya pemerintah daerah meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana, khususnya kebakaran. Ini merupakan inisiatif yang sangat baik dan menjadi langkah awal yang dapat menginspirasi kolaborasi serupa di wilayah lain,” ujar Iksan.

Ia menilai kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat memiliki peran penting dalam membangun ketahanan daerah, terutama di wilayah yang terus berkembang.

Iksan juga mengajak seluruh pemangku kepentingan menjaga iklim investasi yang kondusif agar program yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat dapat terus diwujudkan.

“Mari kita terus memperkuat kolaborasi bersama. Kita perlu menjaga investasi yang ada agar dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat, termasuk melalui inisiatif seperti pembangunan Fire Shelter ini,” katanya
.
Ia juga mengajak masyarakat menjaga hubungan harmonis dan saling mendukung dengan perusahaan.

“Kami berharap kolaborasi seperti ini dapat terus diperkuat demi meningkatkan keselamatan masyarakat serta dapat direplikasi di kecamatan maupun desa lainnya,” ujarnya.

Pembangunan Fire Shelter tersebut merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT Vale yang berfokus pada aspek keselamatan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat.

Kehadiran fasilitas ini diharapkan memperkuat kapasitas daerah dalam menghadapi risiko kebakaran, sekaligus meningkatkan perlindungan terhadap masyarakat dan aset publik di Kecamatan Bungku Timur.

Fire Shelter tersebut diharapkan menjadi bagian dari penguatan sistem kesiapsiagaan dan respons darurat di wilayah Bungku Timur.*