Anggota Sipil Bersenjata Poso yang Jatuh Jurang Tertembak Berhasil Diidentifikasi, Ini Identitasnya

Ilustrasi (pixabay.com)

PALU, CS – Polisi berhasil mengindentifikasi satu anggota sipil bersenjata yang jatuh di jurang karena tertembak oleh Satgas Madago Raya, di Pegunungan Andole, Desa Tambarana, Kecamatan Poso Pesisir Utara. Senin 1 Maret 2021 petang kemarin.

Dia adalah, Khairul, yang merupakan putra Almarhum Santoso, mantan pimpinan kelompok sipil bersenjata di Kabupaten Poso.

“Khairul ini merupakan putra dari pentolan sipil bersenjata  Santoso, sedangkan Alvin berasal dari Banten,” kata Kapolda Sulteng, Irjen Pol. Abdul Rakhman Baso, turut didampingi Danrem 132 Tadulako, Brigadir Jenderal TNI, Farid Makruf ditemui di Rumah Sakit (RS). Bhayangkara Kota Palu, Selasa 02 Maret 2021.

Baca Juga :  Usai Divaksin, Warga Poso Masuk IGD

Abdul Rakhman Baso mengatakan,  dalam waktu tidak terlalu lama akan diperkuat dengan tes DNA dan sidik jari.

Dalam kontak tembak juga kata Kapolda, telah gugur Salah satu prajurit TNI Praka Dedi Irawan. Saat ini jenazahnya telah diberangkatkan ke Jakarta, untuk pemakamannya menunggu koordinasi dengan keluarganya.

Kata Kapolda, dari olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), pihaknya mendapati beberapa barang bukti berupa amunisi, GPS, tas ransel , golok dan lainnya.

Dia mengatakan, keberadaan para DPO di Pegunungan Andole, Desa Tambarana, Kecamatan Poso Pesisir Utara, disinyalir untuk melakukan amalia, sehingga aparat melakukan penyergapan, hingga terjadilah kontak tembak.

Baca Juga :  Untuk Kampanye Tertib Berkendara, Kasat Lantas Polres Tolitoli Temui Kurir Ojol

Ia menambahkan, saat ini pihak aparat melakukan penyisiran dan pengejaran, di wilayah pegunungan tersebut. Sebab, saat kontak tembak dengan aparat, para empat  DPO, dua tertembak dan dua orang lolos.

Pihaknya menyampaikan, dengan tertembaknya dua DPO, hingga kini tersisa sembilan DPO.

“Para DPO ini terbagi dua kelompok satu kelompok dipimpin Ali Kalora, berjumlah empat orang dan satu kelompoknya tujuh orang. Semoga tidak bertambah lagi, tapi sayangnya masih ada simpatisan-simpatisan,” tandasnya. **

Pos terkait