Kapolri, Panglima TNI dan Menkes Kunjungi Lokasi Vaksin, LDII Menuai Apresiasi

JAKARTA, CS – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) bersama Pondok Pesantren (Ponpes) Minhaajurrosyidiin dan Puskesmas Cipayung, sukses menghelat kegiatan vaksinasi Covid-19 secara masal sejak 14 Juni 2021 lalu.

Hal itu membuat Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, bersama Menkes Budi Gunadi Sadikin dan Kapolri Jenderal (Pol) Listyo Sigit Prabowo, tertarik meninjau langsung lokasi vaksinasi, Minggu 4 Juli 2021.

Bacaan Lainnya

Para pejabat tinggi negara ini mengapresiasi kinerja Ponpes Minhaajurrosyidiin dan DPP LDII dalam menyukseskan program vaksinasi tersebut.

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dalam kesempatan itu memuji Padepokan Pencak Silat Persinas ASAD di pesantren tersebut yang menjadi lokasi vaksinasi. Selain tempatnya luas, padepokan itu juga memiliki sirkulasi udara yang baik, serta tersedia toilet yang memadai.

Baca Juga :  Tingkatkan Budaya Keselamatan Lalin, Jasa Raharja Sinergi Dengan Universitas di Yogyakarta

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto juga berdialog dengan Kepala Puskesmas Cipayung drg Rini Muharini. Ia menanyakan berbagai kendala yang dialami para tenaga kesehatan (Nakes) dalam melakukan vaksinasi.

“Kami kekurangan Nakes, apabila Panglima TNI berkenan menambah Nakes, kita akan menambah sentra vaksinasi di wilayah Cipayung agar target segera tercapai,” ujar Rini Muharini.

Mendengar jawaban itu, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengaku siap untuk membantu menfasilitasi. Termasuk menambah Nakes agar pencapaian target masyarakat yang divaksin segera terpenuhi.

“TNI siap menambah Nakes untuk membantu pelaksanaan vaksinasi di wilayah Jabodetabek. Lalu berapa orang yang di vaksin sehari?” bertanya kepada salah satu nakes TNI.

Baca Juga :  Mudik Aman Mudik Sehat Bersama BUMN 2022 Gunakan Moda Angkutan Yang Berkeselamatan

“Siap, mampu memvaksin 400 lebih masyarakat dalam sehari,” jawab Nakes TNI tersebut.

Panglima TNI juga berpesan bahwa dalam melaksanakan tugas para Nakes harus tetap menjaga kesehatan dan menerapkan disiplin protokol kesehatan.

Kepada masyarakat yang akan melaksanakan vaksin, ia berpesan agar tetap melaksanakan protokol kesehatan meskipun nantinya telah mendapatkan vaksin.

Sementara itu, Ketua DPP LDII Teddy Suratmadji yang hadir menemani tiga pejabat negara yang meninjau lokasi juga memberi penjelasan.

Menurutnya, kegiatan DPP LDII yang diselengarakan 14 Juni 2021 ini, pada awalnya untuk para santri dan guru-guru pondok serta warga di sekitar pondok. Namun, karena dianggap representatif baik tempat maupun panitia penyelenggaranya, petugas dari Dinas Kesehatan Kota Jakarta Timur mengusulkan dibuka untuk umum.

Baca Juga :  Survei CISA, Elektabilitas Partai Demokrat Melejit Geser Posisi Golkar

“Program vaksinasi ini merupakan salah satu wujud permintaan Bapak Presiden Joko Widodo yang disampaikan langsung kepada Ketum DPP LDII KH. Chriswanto Santoso, agar bisa membantu program pemerintah menyukseskan Vaksinasi target satu juta orang per hari,” ujarnya.

DPP LDII kemudian bekerja sama dengan Ponpes Minhaajurrosyidiin dan Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta untuk merealisasikannya. Vaksinasi massal yang dilaksanakan di Padepokan Persinas ASAD, Pondok Gede, Jakarta Timur ini menargetkan 500 peserta sehari dan akan terus bertambah sesuai dengan arahan pemerintah.

Semenjak dimulai, sebanyak 9.438 warga yang berhasil divaksin. Mereka terdiri dari santri dan pengurus Ponpes Minhaajurrosyidiin, warga LDII, dan warga Kelurahan Lubang Buaya.

Dengan adanya bantuan tenaga Nakes dari TNI yang semula 50 menjadi 100 orang, harapannya target seribu orang perhari bisa tercapai. (***)

Pos terkait