Singkronisasi Program Kelautan DKP Sulteng, Terungkap 17.275 Rumah Tangga Nelayan Terlilit Kemiskinan

Deretan perahu nelayan terparkir rapi di Pantai Talise, Kelurahan Lere, Kecamatan Palu Barat, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (18/4/2020. (FOTO : Faldi)

SULTENG, CS  –  Dinas Kelautan Perikanan (DKP) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) menggelar sinkronisasi program dan kegiatan bersama kabupaten/kota , di Salah satu Hotel di Kota Palu, Rabu 27 Oktober 2021.

Assiten Pemerintahan dan Kesra Setda Provinsi Sulteng M.Faisal Mang yang mewakili Gubernur membuka kegiatan itu mengungkapkan, berdasarkan data terdapat 89.026 jiwa warga Sulteng yang berprofesi sebagai nelayan, 59.523 jiwa sebagai pembudidaya dan 160 jiwa berprofesi sebagai petambak garam.

Bacaan Lainnya

Selain itu masih ada pengola dan  pemasar produk kelautan dan perikanan yang berjumlah 6.835 orang.

Baca Juga :  Rencana Rp14 M untuk Munas KAHMI, Begini Tanggapan Pengamat

Menurutnya, data tersebut menunjukkan bahwa kelautan dan perikanan merupakan salah satu sektor yang cukup banyak memberikan kontribusi dalam penyerapan tenaga kerja di Sulteng.

“Dengan potensi kelautan dan perikanan yang besar di provinsi ini, ternyata perikanan dianggap oleh sebagian masyarakat kita cukup menjanjikan bagi pemenuhan kebutuhan mereka. Namun di sisi lain, kondisi ini tidak serta merta menciptakan kondisi sosial yang baik secara signifikan,” ucap Faisal.

Faisal Mang, saat membuka Sinkronisasi Program dan kegiatan dengan kabupaten/kota yang dilaksanakan DKP Provinsi Sulteng, di Salah satu hotel,di Kota Palu, Rabu 27 Oktober 2021. (FOTO : IST)

Kata Faisal, atas hal itu Sulteng masih diperhadapkan oleh berbagai isu. Antara lain, keterbatasan sarana dan prasarana usaha dan kesulitan dalam memperolehnya, masih kurangnya jaminan bagi kepastian usaha, keamanan dan keselamatan kerja, serta lemahnya penguasaan iptek dan keterampilan pelaku usaha.

Baca Juga :  Ahmad Mujaddid Nahkoda Baru PW IPM Sulteng

Akses terhadap iptek dan informasi yang masih terbatas, akses permodalan yang masih terbatas, kelembagaan pelaku usaha yang belum berkembang dengan baik, penyesuaian aspek regulasi bidang kelautan dan perikanan sesuai amanat undang-undang cipta kerja.

“Perlunya suatu perencanaan program yang matang dan aksi konkrit guna meningkatkan pendapatan asli daerah, kesempatan bekerja, lapangan berusaha, kualitas pelayanan publik dan daya saing daerah. Karena Sulteng adalah salah satu provinsi di indonesia dengan potensi perikanan yang sangat besar dan prospektif untuk dikembangkan,” tekan Faisal Mang.

Sementara terkait kemiskinan, Faisal Mang mengungkapkan, terdapat 17.275 rumah tangga nelayan dan pembudidaya di Sulteng tercatat sebagai rumah tangga miskin berdasarkan data terpadu kesejahteraan sosial, dari rilis data Kementerian sosial (Kemensos).

Baca Juga :  Ronald Gulla Ingatkan Pj Bupati Bangkep Kasus Pembobolan APBD

“ Tentunya ini menjadi pekerjaan rumah  kita bersama, baik provinsi maupun bapak ibu sekalian selaku pengempul bidang perikanan di kabupaten/kota untuk segera dituntaskan,” imbuhnya.

Faisal Mang juga meminta agar data-data tersebut disinkronkan dan dibagi kewenangan penyelesaiannya antara provinsi dan kabupaten/kota, agar tidak ada tumpang tindih dan pelan-pelan segera terselesaikan. Adapun skema penyelesaiannya, Faisal Mang berharap bisa segera dirumuskan melalui pertemuan tersebut.

“Tidak lupa juga penyesuaian terhadap regulasi yang baru untuk mendukung kewenangan, dan pelaksanaan tugas sektor kelautan dan perikanan segera untuk diselaraskan,” tandasnya. **

Pos terkait