PALU, CS – Wali Kota Palu, H. Hadianto Rasyid, berjanji akan mendorong tenun kelor menjadi khas daerah itu, dan sekaligus meminta kepada pengrajin untuk membuat batik bermotif daun kelor.

Hadianto menyampaikan, tahun 2023 akan menerbitkan surat edaran agar ASN dan instansi lainnya di Kota Palu diwajibkan untuk menggunakan batik motif tenun kelor.

“Jadi bukan lagi Bomba Donggala yang kita pakai, tapi batik tenun Kelor. Jadi saya minta Industri Kecil Menengah (IKM) kita sekarang suruh bikin batik motif tenun Kelor,”  ucap Walikota, saat meresmikan Gedung IKM, di Kelurahan Pantoloan Boya, Kamis 15 Desember 2022.

Kata Hadianto, potensi pasar tidak usah diragukan. Karena,  jumlah ASN di Kota Palu sekitar 11.000, termasuk dengan honorer. Ditambah lagi dengan instansi-instansi lain, dan anak-anak sekolah.

Walikota menjelaskan, dikarena semua model desain dari motif kelor sudah masuk dalam Hak Kekayaan Intelektual (HaKI), maka yang boleh membuatnya adalah masyarakat Kota Palu, tidak boleh yang lain.

Bukan itu saja, Walikota menyebut, saat ini Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Kota Palu sedang mengembangkan motif baru, yaitu motif Raja dan Tadulako.

Menurutnya, semakin banyaknya varian desain motif yang ada, maka semakin banyak potensi yang ada di Kota Palu.

“Ini menjadi industri yang sangat-sangat berpotensi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, dan membuka lapangan pekerjaan,” katanya.

Oleh karena itu, ia mengaku sangat mendorong IKM yang ada di Kelurahan Pantoloan Boya, untuk kerjasama dengan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Palu.

“Di tahun 2023, Pemerintah Kota Palu akan membangun pusat IKM dan UMKM di Lapangan Vatulemo. Semua produksi IKM dan UMKM kita di Kota Palu akan kita taruh di pusat IKM dan UMKM yang ada di Lapangan Vatulemo,” terangnya.

Peresmian gedung galeri IKM tersebut ditandai dengan pemotongan pita yang dilakukan langsung oleh Walikota, yang didampingi Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Palu, Zulkifli. **