TOLITOLI, CS – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Provinsi Sulawesi Tengah bekerja sama dengan Pemerintah Desa Lalos menggelar pelatihan manajemen usaha dan tata rias bagi perempuan di Aula Desa Lalos, Kecamatan Galang, Kabupaten Tolitoli, Selasa (24/6/2025).
Kegiatan ini diikuti oleh 60 perempuan pelaku UMKM dan ibu rumah tangga dari Desa Lalos dan sekitarnya. Tujuannya, mendorong kemandirian ekonomi perempuan sebagai langkah pencegahan kekerasan dalam rumah tangga, terutama yang dipicu oleh faktor ekonomi.
Salah satu narasumber, Indar Ismail, akademisi sekaligus peneliti kebijakan publik, memaparkan bahwa sepanjang Januari hingga Juni 2025, tercatat 12.763 kasus kekerasan terhadap perempuan dan laki-laki di Indonesia berdasarkan data Simfoni PPA.
Dari jumlah itu, 262 kasus terjadi di Sulawesi Tengah, dan Kabupaten Tolitoli menempati posisi tertinggi dengan 50 kasus.
“Mayoritas kasus terjadi di lingkungan rumah tangga, mencerminkan masih kuatnya pola kekerasan di ruang domestik,” ujar Indar.
Ia menegaskan bahwa setiap perempuan memiliki potensi menjadi pelaku usaha yang tangguh, meski berasal dari latar pendidikan berbeda.
Materi pelatihan juga disampaikan oleh Muhammad Taufik dan Fadli dari Yayasan Sikola Mombine, yang menyoroti pentingnya literasi pengelolaan keuangan bagi perempuan pelaku usaha, mulai dari pencatatan pendapatan, pengeluaran, hingga tabungan.
Peserta juga mendapatkan pelatihan tata rias wajah, yang dipandu langsung oleh penata rias dari Kota Palu. Sebanyak lima peserta diberi kesempatan mempraktikkan langsung teknik merias wajah rekannya.
DP3A Sulteng dalam kegiatan ini juga melakukan pendataan terhadap perempuan pelaku UMKM di wilayah tersebut sebagai bentuk dukungan berkelanjutan terhadap pemberdayaan ekonomi perempuan.
Acara turut dihadiri oleh perwakilan Kepala Bidang Kualitas Hidup Perempuan dan Kualitas Keluarga DP3A Sulteng, Irmawati, Kepala Desa Lalos, Sujono G. Darus, dan Ketua BPD Lalos, Syahrudin S. Kasim.
Editor : Yamin

