PALU, CS – Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Provinsi Sulawesi Tengah membantah tegas isu adanya pungutan sebesar Rp500 ribu kepada setiap Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam pelaksanaan program “Subuh Berkah” yang dikaitkan dengan Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Biro Kesra Sulteng, Rustam, yang juga bertindak sebagai koordinator kegiatan, menegaskan bahwa informasi yang beredar di media sosial dan dimuat salah satu media online tersebut tidak benar dan tidak sesuai fakta di lapangan.
“Saya sebagai koordinator kegiatan Subuh Berkah sangat tidak menerima pemberitaan tersebut. Apalagi Bapak Gubernur tidak pernah sama sekali memerintahkan untuk meminta kontribusi kepada OPD dengan jumlah tersebut,” ujar Rustam saat dihubungi, Senin (20/4/2026).
Menurut Rustam, Gubernur justru menekankan agar partisipasi OPD dalam kegiatan tersebut dilakukan secara sukarela dan disesuaikan dengan kemampuan masing-masing.
Bahkan, kata dia, kontribusi sederhana seperti penyediaan air minum sudah dianggap cukup tanpa adanya penetapan nominal tertentu.
“Beliau selalu menyampaikan kepada jamaah, kontribusi disesuaikan dengan kemampuan OPD, bahkan kalau hanya air minum saja tidak masalah. Tidak pernah ada penyampaian nominal,” jelasnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengeluarkan surat resmi yang ditandatangani Sekretaris Provinsi Sulawesi Tengah terkait pembagian tugas OPD sebagai penanggung jawab kegiatan.
Dalam surat tersebut, kontribusi yang ditetapkan berupa penyediaan lima dus air mineral atau senilai sekitar Rp200 ribu.
Dengan demikian, Rustam menegaskan bahwa klaim adanya pungutan Rp500 ribu per orang, apalagi jika diakumulasikan hingga puluhan juta rupiah, tidak berdasar.
“Tidak benar jika ada jumlah Rp500 ribu per orang, apalagi dihitung sampai 52 orang. Itu jauh dari fakta yang ada,” tegasnya.
Rustam menyayangkan beredarnya informasi tanpa konfirmasi kepada pihak penyelenggara. Ia menilai, pihak yang menyampaikan tudingan seharusnya melakukan klarifikasi langsung atau meninjau kegiatan di lapangan untuk mendapatkan gambaran yang utuh.
“Seharusnya yang bersangkutan bertanya dulu kepada saya atau langsung melihat kegiatan Subuh Berkah agar jelas situasinya,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kegiatan “Subuh Berkah” merupakan bagian dari dakwah dan upaya mempererat kebersamaan umat, yang juga mendapat antusiasme dari berbagai pihak untuk berkontribusi secara sukarela.
“Ini adalah kegiatan dakwah. Bahkan banyak yang ingin menyumbang. Namun kami masih berharap partisipasi dari OPD, karena setiap pelaksanaan bisa melibatkan enam sampai tujuh OPD sekaligus yang juga mengirimkan stafnya,” ujarnya.
Ia menambahkan, konsumsi yang disediakan dalam kegiatan tersebut pada dasarnya dinikmati oleh peserta dari OPD itu sendiri.
Di akhir pernyataannya, Rustam mengaku prihatin atas pemberitaan yang dinilainya tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.
“Ini sungguh mengiris hati kami, karena pemberitaan tersebut sangat jauh dari situasi dan fakta yang ada,” pungkasnya. *

